Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

India dan China Borong Daun Sirih RI, Ternyata Ini Kegunaan Rahasianya!

Hany Akasah • Sabtu, 4 April 2026 | 09:11 WIB
ANDALAN: Hamparan tanaman daun sirih yang subur di perkebunan Indonesia.
ANDALAN: Hamparan tanaman daun sirih yang subur di perkebunan Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS – Komoditas tanaman obat dan rempah nusantara, khususnya daun sirih (Piper betle L.), kini semakin memperkuat posisinya di pasar internasional. 

Berdasarkan data terbaru, nilai ekspor daun sirih Indonesia untuk periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025 tercatat mencapai US$ 4,605 juta atau setara dengan Rp 79 miliar.

Meski angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 60,99% dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai US$ 11,81 juta, daun sirih tetap menjadi primadona di pasar Asia. 

Baca Juga: BGN Perketat Pengawasan, Insentif Rp 6 Juta Satuan Pelayanan MBG Terancam Dicabut Jika Langgar SOP

India masih kokoh sebagai negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$ 1,95 juta, disusul oleh China di posisi kedua dengan nilai US$ 0,97 juta.

Meningkatnya permintaan dari negara-negara maju dipicu oleh pergeseran industri farmasi dan kecantikan global yang mulai melirik bahan aktif alami. 

Daun sirih, yang kaya akan kandungan fenol dan eugenol, digunakan secara luas sebagai bahan utama antiseptik, mouthwash, hingga disinfektan alami.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, Menteri ATR Batasi Ketat Perubahan Lahan Pertanian

“Selain untuk kebutuhan medis, di India dan China, daun sirih juga dimanfaatkan dalam industri parfum herbal karena aromanya yang khas,” tulis laporan riset tersebut.

Berdasarkan data BPS dengan kode HS 14049092, grafik ekspor menunjukkan fluktuasi tajam dalam lima tahun terakhir. Setelah sempat mencapai puncak pada tahun 2021 sebesar US$ 12,9 juta, nilai ekspor sempat terkoreksi namun mulai menunjukkan tanda perbaikan pada 2024 dengan angka US$ 10,4 juta.

Penurunan nilai ekspor tahun ini disinyalir terjadi akibat pengetatan standar kualitas dan prosedur fumigasi di beberapa negara tujuan. Namun, peluang pasar tetap terbuka lebar melalui strategi hilirisasi. 

Baca Juga: Pasar Kayoon Akan Disulap Jadi Wisata Batu Permata, Ini Rencana Besar Pemkot Surabaya

Produk turunan seperti minyak atsiri, ekstrak cair, dan bubuk sirih diprediksi akan menjadi komoditas bernilai tambah tinggi di masa depan.

Saat ini, sentra produksi utama daun sirih Indonesia tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Barat, serta mulai merambah wilayah Kalimantan dan Sulawesi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh.

Baca Juga: Sistem Tol Tanpa Tap Kartu Kembali Diuji, Ini Bocoran Cara Kerja MLFF

Editor : Hany Akasah
#daun sirih #ekspor #farmasi #china #india