RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), resmi memaparkan peta jalan (roadmap) bisnis Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Dalam dua tahun pertama, Kopdes diproyeksikan menjadi pilar utama distribusi kebutuhan pokok sekaligus penggerak ekonomi di tingkat desa.
Hingga saat ini, sebanyak 3.513 unit Kopdes telah rampung 100 persen, sementara 33 ribu lainnya dalam proses penyelesaian. Pemerintah menargetkan total 82 ribu Kopdes akan beroperasi penuh di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2026.
Baca Juga: Efisiensi Besar-besaran! Anggaran Perjalanan Dinas Luar Negeri Resmi Dipotong 70 Persen
Fungsi Strategis: Agen LPG hingga Off-taker Petani
Dalam menjalankan fungsi bisnis intinya, Kopdes ditugaskan untuk langsung menyentuh kebutuhan masyarakat bawah. Zulhas menjelaskan bahwa Kopdes akan berperan sebagai agen resmi untuk LPG 3kg, penyalur beras SPHP dari Bulog, hingga distributor pupuk.
Tidak hanya sebagai penyalur, Kopdes juga akan berfungsi sebagai off-taker (pembeli) hasil pertanian masyarakat, khususnya gabah dan jagung.
"Kalau gabahnya di bawah Rp6.500 atau jagungnya di bawah Rp6.500, Kopdes akan mengambil alih sebagai off-taker. Ini bagian dari menjaga stabilitas harga di tingkat petani," ujar Zulhas dalam Rakortas Kopdes di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: Turis Asing Jor-Joran di Indonesia, Ini 10 Negara dengan Pengeluaran Tertinggi
Penyalur Bansos dan Digitalisasi Distribusi
Selain urusan komersial, Kopdes Merah Putih akan memegang peranan krusial dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan untuk 18 juta keluarga penerima manfaat.
Integrasi ini didukung oleh regulasi baru, yakni Revisi PMK Nomor 49 Tahun 2025 tentang mekanisme pinjaman dan Peraturan Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2026 terkait verifikasi penyerahan Kopdes ke desa.
Baca Juga: Sukses Gelar FIFA Series, Indonesia Berpeluang Kembali Jadi Tuan Rumah Turnamen Internasional
Transparansi Profit: 97 Persen Keuntungan Kembali ke Desa
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan komitmen transparansi pengelolaan Kopdes. Sebanyak 97 Persen dari keuntungan Kopdes akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa.
Dari jumlah tersebut, sebesar 82 Persen akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk kupon belanja.
"Masyarakat bisa menggunakan kupon tersebut untuk membeli kebutuhan di Kopdes, mulai dari pulsa listrik, beras, sembako, hingga obat-obatan. Ini adalah siklus ekonomi dari warga, oleh warga, dan untuk warga," kata Joao.
Baca Juga: PT Jawa Pos Berdamai dengan Dahlan Iskan, Kasus Nany Widjaja Tetap Jalan
Pemerintah optimistis, dengan rampungnya 82 ribu titik Kopdes tahun ini, kedaulatan pangan dan penguatan ekonomi pedesaan dapat terakselerasi secara masif.
Editor : Hany Akasah