RADAR SURABAYA BISNIS – Momen Lebaran selalu meninggalkan tumpukan tas spunbond hasil kiriman parcel. Alih-alih berakhir di tempat sampah, tren upcycling (daur ulang kreatif) tas spunbond kini mulai dilirik sebagai peluang bisnis rumahan yang menjanjikan sekaligus solusi efisien bagi pelaku UMKM.
Secara fungsional, tas spunbond memiliki durabilitas yang lebih baik dibandingkan plastik sekali pakai. Dalam dunia bisnis, pemanfaatan kembali tas ini dapat menekan biaya operasional (OPEX), terutama bagi pengusaha kuliner atau fashion yang membutuhkan kemasan ramah lingkungan.
Baca Juga: Target 2029, Jawa Timur Gandeng Kementerian LHK Bangun PSEL di Dua Wilayah Strategis
Setidaknya ada tiga pilar ekonomi yang bisa digarap dari limbah spunbond ini:
- Jasa Re-packaging: Mengolah tas polos menjadi kemasan aesthetic dengan tambahan pita atau label kustom untuk UMKM.
- Produk Home Organizer: Permintaan akan penataan rumah (home organizing) yang tinggi membuat tas spunbond yang dimodifikasi menjadi wadah penyimpanan punya pasar tersendiri.
- Karya DIY Bernilai Ekonomi: Mengubah serat spunbond menjadi produk kerajinan tangan seperti pot tanaman dekoratif atau sampul buku premium.
Baca Juga: Transformasi Layanan Kemnaker: Menaker Tekankan Akses Cepat, Mudah, dan Responsif
Langkah ini sejalan dengan gerakan ekonomi sirkular yang tengah digalakkan pemerintah, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai akhir dari siklus produk, melainkan bahan baku untuk nilai tambah baru.
Baca Juga: Strategi Brand Jam Digital, Padukan Fitur Kesehatan dan Estetika demi Gaet Pasar GenZ dan Milenial
Editor : Hany Akasah