RADAR SURABAYA BISNIS – Industri perangkat wearable, khususnya jam digital, diprediksi akan terus mengalami tren positif sepanjang tahun 2026.
Transformasi jam digital dari sekadar penunjuk waktu menjadi perangkat multifungsi telah membuka peluang bisnis yang masif bagi produsen teknologi dan pelaku industri kreatif.
Berdasarkan laporan terkini, pergeseran perilaku konsumen menjadi pendorong utama. Perangkat jam digital kini dipandang sebagai simbol modernitas dan efisiensi.
Riset dalam Journal of Consumer Technology mengonfirmasi bahwa integrasi antara fungsi teknologi dan kebutuhan gaya hidup masa kini membuat jam digital semakin diminati secara luas.
Baca Juga: Stok Pangan RI Aman di Tengah Konflik Timur Tengah, Zulhas: Jangan Panic Buying!
Inovasi Fitur sebagai Nilai Jual Utama
Para pelaku bisnis di sektor ini tidak lagi hanya menjual fisik produk, melainkan ekosistem kesehatan dan produktivitas. Fitur-fitur seperti pengukur detak jantung, pemantau kualitas tidur, hingga sinkronisasi pesan instan secara real-time menjadi selling point utama yang dicari konsumen yang kian sadar akan kesehatan (health-conscious).
Adaptasi Tren Fashion
Selain kecanggihan fitur, sisi desain menjadi kunci sukses pemasaran. Produsen kini mulai membagi segmentasi produk mereka ke dalam beberapa lini gaya, mulai dari desain minimalis, sporty, hingga elegan. Hal ini memungkinkan jam digital masuk ke berbagai segmen pasar, mulai dari atlet profesional hingga kalangan eksekutif.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 30 Maret 2026, Antam, UBS, Galeri24 Bertahan, Berikut Detail Harganya
Konektivitas Tanpa Batas
Kemudahan integrasi dengan smartphone menjadi faktor krusial yang membuat bisnis ini tetap kompetitif. Dengan kemampuan mengakses informasi cepat tanpa harus membuka ponsel, jam digital menawarkan efisiensi yang sangat dihargai dalam ekosistem kerja dinamis saat ini.
Para analis memperkirakan bahwa selama inovasi teknologi terus berkembang, jam digital akan tetap menjadi bagian penting dari ekonomi digital global.
Baca Juga: Harga BBM Berpotensi Alami Penyesuaian Awal April, Kekhawatiran Publik Menguat
Editor : Hany Akasah