RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan bahwa ketahanan pangan Indonesia tetap kokoh meski situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas.
Pemerintah menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tidak bergantung pada negara-negara di kawasan tersebut.
Dalam kunjungannya ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Zulhas menjelaskan bahwa komoditas utama seperti beras, jagung, ayam, telur, hingga sayur-sayuran sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Baca Juga: Harga BBM Berpotensi Alami Penyesuaian Awal April, Khawatirkan Publik Menguat
Sementara untuk komoditas yang masih memerlukan impor, seperti gandum, pasokannya berasal dari kawasan Eropa dan Amerika Serikat.
"Tidak ada pangan yang tergantung kepada Timur Tengah. Berarti pangan aman, tidak ada masalah apa pun. Stok dan pengadaannya InsyaAllah aman," ujar Zulhas di sela-sela peninjauan pasar, Sabtu (28/3).
Baca Juga: Beli Token Rp 100 Ribu Dapat Berapa kWh? Cek Skema Tarif Listrik PLN Terbaru Mulai April 2026
Surplus Beras Jadi Bantalan Kuat
Menko Pangan juga mengungkapkan bahwa stok beras nasional dalam kondisi yang sangat mencukupi. Berdasarkan data tahun lalu, Indonesia mencatatkan surplus produksi beras sekitar 4 juta ton.
Angka serupa diprediksi akan kembali tercapai pada tahun ini, sehingga ketersediaan hingga tahun depan dipastikan terkendali.
Pemerintah terus mendorong program swasembada pangan sebagai prioritas utama guna meminimalisir dampak fluktuasi global terhadap harga pangan domestik.
Baca Juga: Iran Patok Biaya Selangit untuk Lewati Selat Hormuz, Capai Puluhan Miliar per Kapal
Himbauan Kepada Masyarakat
Terkait kondisi ini, Zulhas meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Ia menegaskan bahwa distribusi di pasar-pasar tradisional, termasuk pasca-Lebaran, sudah mulai stabil kembali dengan ketersediaan barang yang melimpah.
"Tidak usah khawatir apalagi berebut membeli. Stoknya berlebihan, cukup beli secukupnya karena stok aman terkendali," tutupnya.
Baca Juga: Gairah Berwisata Masyarakat Tetap Tinggi, Berikut Daftar Provinsi dengan Perjalanan Wisnus Terbanyak
Editor : Hany Akasah