Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

RI Bidik Asia Tengah untuk Amankan Bahan Baku Pupuk di Tengah Konflik Timur Tengah

Hany Akasah • Minggu, 29 Maret 2026 | 09:34 WIB
ILUSTRASI: Pupuk yang digunakan di daerah persawahan di Indonesia.
ILUSTRASI: Pupuk yang digunakan di daerah persawahan di Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah antisipatif untuk mengamankan rantai pasok bahan baku pupuk nasional. 

Eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah mendorong pemerintah mencari alternatif eksportir baru guna memastikan produksi pupuk dalam negeri tidak terganggu.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa fokus pengalihan pasokan kini diarahkan ke negara-negara di wilayah Asia Tengah dan Eurasia. 

Baca Juga: WFH Bukannya Hemat Malah Boros? Ini Rahasia Tetap Kaya Meski Kerja Cuma dari Rumah

Langkah ini diambil untuk menggantikan ketergantungan pada wilayah yang saat ini tengah mengalami gejolak geopolitik.

"Kita mau mengambil, sebenarnya kita impor dari Eropa Timur kan banyak. Ya kaya dari Kazakhstan, Uzbekistan, negara-negara Eurasia. Itu banyak, ya bisa dialihkan dari situ," ujar Budi saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).

Meskipun terdapat tantangan global, Budi menegaskan bahwa hingga saat ini PT Pupuk Indonesia (Persero) belum melaporkan adanya kendala serius terkait ketersediaan stok. Jalur pengadaan bahan baku dinilai masih dalam kondisi relatif aman dan terkendali.

Baca Juga: Ini Pekerjaan yang Dulu Jadi Rebutan, Kini Malah Dijauhi Gen Z. Apa Alasannya?

Pupuk Indonesia Pastikan Stok Nasional Aman

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, memastikan bahwa mandat pemerintah untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi petani tetap menjadi prioritas utama. Dengan kapasitas produksi mencapai 14,5 juta ton per tahun, kebutuhan domestik—khususnya pupuk urea—diklaim dapat terpenuhi sepenuhnya.

Untuk memitigasi risiko, Pupuk Indonesia telah melakukan diversifikasi sumber bahan baku:

- Fosfat (P): Dipasok dari negara-negara Afrika Utara seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair.

- Kalium (K): Didatangkan dari Kanada dan Laos, yang berada di luar zona konflik.

- Sulfur (S): Meskipun sulfur dari Uni Emirat Arab dan Qatar berpotensi terdampak eskalasi, perusahaan telah menyiapkan sumber alternatif dari Kanada.

Baca Juga: Keindahan Taman Nasional Komodo Diakui Global, Masuk 2 Besar Destinasi Terbaik Dunia Versi Time Out

"Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam tanpa perlu khawatir," pungkas Yehezkiel.

Editor : Hany Akasah
#bahan baku #pupuk #timur tengah #konflik #indonesia