RADAR SURABAYA BISNIS – Lanskap dunia kerja di tahun 2026 terus mengalami transformasi signifikan. Generasi Z, yang kini mendominasi angkatan kerja muda, mulai menetapkan standar baru dalam memilih karier.
Bukan lagi sekadar mengejar status, keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) dan kesehatan mental kini menjadi prioritas utama.
Laporan terbaru menunjukkan adanya pergeseran minat di mana enam sektor pekerjaan mulai ditinggalkan oleh generasi ini. Fenomena ini memaksa para pelaku bisnis untuk memutar otak dalam strategi rekrutmen dan retensi karyawan.
Baca Juga: Blokade Iran di Selat Hormuz Picu Ancaman Inflasi, UEA Siap Buka Paksa?
Fleksibilitas di Atas Segalanya
Pekerjaan korporat konvensional yang mengharuskan karyawan duduk di kubikel selama 9 jam sehari mulai kehilangan daya tarik. Bagi Gen Z, produktivitas tidak lagi diukur dari kehadiran fisik, melainkan hasil kerja. Model kerja remote atau hybrid kini menjadi syarat mutlak bagi mereka.
Sektor manufaktur dan administrasi data entry juga mengalami penurunan minat. Faktor utamanya adalah kekhawatiran akan substitusi tenaga kerja oleh Kecerdasan Buatan (AI) serta sifat pekerjaan yang repetitif dan kurang memberikan ruang bagi pemikiran kritis.
Di sisi lain, sektor layanan pelanggan (customer service) tradisional dan industri ritel fisik mulai dijauhi karena tingkat stres yang tinggi. Upah minimum yang tidak sebanding dengan beban emosional saat menghadapi komplain pelanggan menjadi alasan kuat di balik tren ini.
Baca Juga: Keindahan Taman Nasional Komodo Diakui Global, Masuk 2 Besar Destinasi Terbaik Dunia Versi Time Out
Perlawanan Terhadap ‘Hustle Culture’
Budaya lembur tanpa kompensasi atau hustle culture yang sempat populer di perusahaan startup kini dipandang sebagai budaya toksik.
Gen Z cenderung memilih untuk melakukan quiet quitting atau pengunduran diri secara psikologis jika lingkungan kerja tidak mendukung kesejahteraan emosional mereka.
Pergeseran ini menjadi sinyal kuat bagi industri untuk segera berbenah. Perusahaan yang gagal beradaptasi dengan nilai-nilai baru ini diprediksi akan kesulitan mendapatkan talenta terbaik di masa depan.
Baca Juga: Semarak Lebaran Ketupat Gresik, Tradisi Surak Iyo di Randuboyo Diramaikan Anak-anak Bawa Rantang
Editor : Hany Akasah