RADAR SURABAYA BISNIS – Indonesia terus mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam industri kopi dunia. Meski volume produksi secara global masih berada di bawah Brasil dan Vietnam, kekuatan utama Indonesia kini bergeser pada nilai tambah (value-added) melalui kopi specialty yang memiliki karakter unik dan sulit ditiru negara lain.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas perkebunan kopi di Indonesia mencapai sekitar 1,29 juta hektare. Dari lahan yang luas tersebut, karakter rasa yang kuat dari berbagai daerah seperti Gayo, Mandailing, hingga Toraja telah lama menjadi primadona bagi penikmat kopi global.
Baca Juga: Wajib Tahu! Aturan Baru Arab Saudi Ancam Denda Jika Jemaah Umrah Overstay
Fluktuasi Produksi dan Tantangan Industri
Melihat tren produksi dalam beberapa tahun terakhir, industri kopi nasional sempat mengalami puncaknya pada tahun 2022 dengan angka 771 ribu ton. Namun, pada tahun 2023, angka tersebut terkoreksi tipis menjadi 756,1 ribu ton.
Penurunan ini menjadi alarm bagi para pelaku bisnis untuk mewaspadai perubahan iklim dan serangan penyakit tanaman yang mengancam produktivitas.
Di sisi lain, pasar domestik justru menunjukkan gairah yang luar biasa. Budaya "ngopi" di kalangan anak muda perkotaan mendorong permintaan kopi single origin meningkat tajam. Hal ini membuka peluang bisnis baru bagi UMKM dan kedai kopi lokal untuk naik kelas dengan menyajikan kualitas premium.
Baca Juga: Resmi Berlaku! WFH Tiap Rabu di Jawa Timur, Ini Alasan Tidak Dipilih Hari Jumat
Keunggulan 'Terroir' Indonesia
Kekuatan bisnis kopi nusantara terletak pada faktor alamnya. Tanah vulkanis, curah hujan yang tepat, hingga ketinggian wilayah menciptakan profil rasa yang khas. Pengolahan tradisional yang dipertahankan petani juga memberikan identitas kuat pada setiap biji kopi yang diekspor.
Untuk memperkuat posisi di panggung internasional, promosi melalui pameran dan kontes kopi dunia terus digencarkan.
Kehadiran identitas rasa yang konsisten diharapkan mampu menjadikan kopi bukan sekadar komoditas ekspor biasa, melainkan produk unggulan yang membawa citra positif Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
Editor : Hany Akasah