Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Filipina Darurat Energi, Indonesia Justru Aman! ESDM Ungkap Kondisi BBM dan LPG Indonesia Saat Ini

Hany Akasah • Rabu, 25 Maret 2026 | 16:54 WIB
Kementerian ESDM menegaskan bahwa pasokan energi Indonesia aman di tengah meningkatnya ketegangan global yang memicu gangguan rantai pasok energi dunia.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa pasokan energi Indonesia aman di tengah meningkatnya ketegangan global yang memicu gangguan rantai pasok energi dunia.

 

radarsurabayabisnis.id - Saat Filipina resmi menetapkan status darurat energi akibat krisis global, Indonesia justru berada dalam kondisi yang jauh lebih stabil. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan BBM dan LPG nasional tetap aman dan terkendali, meski situasi geopolitik dunia tengah memanas.

Kementerian ESDM menegaskan bahwa pasokan energi Indonesia aman di tengah meningkatnya ketegangan global yang memicu gangguan rantai pasok energi dunia. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa ketersediaan BBM dan LPG nasional masih dalam kondisi stabil.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Terapkan WFH Satu Hari Sepekan Usai Lebaran 2026 untuk Tekan Konsumsi BBM

“Untuk kondisi Indonesia, pasokan energi nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali, baik untuk BBM maupun LPG,” ujar Anggia, Rabu (25/3).

Pemerintah terus memperkuat langkah antisipatif dengan melakukan monitoring distribusi energi secara nasional serta diversifikasi sumber pasokan energi. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketahanan energi Indonesia dari dampak krisis global.

Baca Juga: Dampak Blokade Selat Hormuz, Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia Mulai April 2026

Langkah tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pengelolaan energi dilakukan secara optimal dan adaptif terhadap dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan penggunaan energi yang lebih efisien sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional.

Krisis Energi Global: Filipina Jadi Negara Pertama Darurat

Berbanding terbalik dengan Indonesia, Filipina justru menjadi negara pertama yang mengumumkan darurat energi nasional. Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menandatangani kebijakan darurat untuk merespons gangguan pasokan energi global.

Baca Juga: Di Tengah Perang Iran vs AS dan Israel, Ini Skenario Pemerintah Agar Haji 2026 Tetap Berangkat

Filipina diketahui sangat bergantung pada energi dari Timur Tengah, dengan sekitar 26 persen kebutuhan nasional berasal dari kawasan tersebut. Pada 2024 saja, negara itu menghabiskan hingga USD 16 miliar untuk impor energi dari Timur Tengah.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat tajam setelah konflik militer yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Situasi semakin memburuk ketika Iran mengambil kendali atas Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.

Dampak Global dan Antisipasi Indonesia

Penguasaan Selat Hormuz menjadi ancaman serius bagi pasokan energi dunia, terutama bagi negara-negara Asia. Namun, Indonesia dinilai lebih siap menghadapi situasi ini berkat strategi diversifikasi energi dan penguatan cadangan nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh langkah yang dilakukan bersifat preventif, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi.

“Aktivitas ekonomi dan kebutuhan energi masyarakat tetap menjadi prioritas utama untuk dijaga,” tutup Anggia.

Editor : Hany Akasah
#menteriesdm #daruratenergi #lpg #bbm