Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dampak Blokade Selat Hormuz, Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia Mulai April 2026

Hany Akasah • Rabu, 25 Maret 2026 | 11:46 WIB
Pemandangan kilang minyak lepas pantai yang beroperasi di tengah laut saat senja.
Pemandangan kilang minyak lepas pantai yang beroperasi di tengah laut saat senja.

RADAR SURABAYA BISNIS – Stabilitas energi di kawasan Asia kini berada dalam ancaman serius. Raksasa energi asal Arab Saudi, Saudi Aramco, secara resmi mengumumkan pemangkasan pasokan minyak mentah ke sejumlah pembeli di Asia yang dijadwalkan mulai berlaku pada April 2026.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu blokade di Selat Hormuz—salah satu jalur pengiriman minyak paling strategis di dunia. 

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengganggu kelancaran distribusi logistik global, yang berdampak langsung pada kepastian pasokan energi ke negara-negara pengimpor besar di Asia.

Baca Juga: Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Jadi Mata Uang dengan Pelemahan Terdalam di Asia

Mitigasi dan Penurunan Volume Ekspor

Sebagai langkah darurat untuk meminimalisir dampak gangguan, Saudi Aramco mulai mengalihkan rute ekspor melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah. 

Meski demikian, data analitik menunjukkan penurunan volume ekspor yang signifikan. Pada Maret 2026, ekspor minyak mentah Arab Saudi tercatat merosot hingga ke angka 4,355 juta barel per hari, turun tajam dari bulan Februari yang mencapai 7,108 juta barel per hari.

“Saudi Aramco terus memastikan pasokan energi yang andal dengan memanfaatkan rute ekspor alternatif melalui Yanbu sebagai respons terhadap kondisi regional yang berkembang,” tulis pernyataan resmi perusahaan yang dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Justru Melonjak Signifikan pada Perdagangan Terbaru

Ketergantungan Asia pada Energi Timur Tengah

Kebijakan pemangkasan ini diprediksi akan memperketat suplai bagi kilang-kilang minyak di kawasan Asia yang sangat bergantung pada impor dari Timur Tengah. 

Pemangkasan ini dilaporkan terjadi selama dua bulan berturut-turut, dengan fokus pengurangan pada jenis minyak Arab Light.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kenaikan harga bahan bakar olahan di pasar domestik negara-negara Asia, mengingat tingginya biaya logistik akibat perubahan rute pengiriman dan risiko keamanan di jalur maritim internasional.

Baca Juga: Prediksi IHSG Hari Ini 25 Maret 2026: Berpotensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham ARCI hingga MEDC

Editor : Hany Akasah
#timur tengah #konflik #krisis #minyak #selat hormuz