radarsurabayabisnis.id - Tradisi pemberian angpau atau THR saat Lebaran selalu dinantikan anak-anak. Namun tanpa pengelolaan yang tepat, uang tersebut sering kali cepat habis untuk hal yang kurang penting. Karena itu, penting bagi orang tua memahami cara kelola angpau Lebaran anak menurut dosen ekonomi agar bisa menjadi sarana edukasi keuangan sejak dini.
Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Tertekan Pascalibur Lebaran, Dolar AS Masih Perkasa di Tengah Sentimen Global
Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya, Fatkur Huda, menekankan bahwa pengelolaan uang THR harus disesuaikan dengan usia anak agar lebih efektif.
Ajarkan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Sejak Dini
Menurut Fatkur, langkah pertama dalam cara mengelola angpau Lebaran adalah mengenalkan konsep kebutuhan dan keinginan kepada anak usia 4–6 tahun.
Baca Juga: UPDATE TERBARU! Puncak Arus Balik Lebaran 24 Maret 2026, 285 Ribu Kendaraan Serbu Tol Trans Jawa
Pada usia ini, anak sudah mulai bisa diajak berdiskusi sederhana. Orang tua dapat mengarahkan anak untuk menggunakan uangnya pada hal yang benar-benar dibutuhkan, seperti perlengkapan sekolah, bukan sekadar keinginan sesaat.
Latih Anak Menabung dan Kelola Uang Secara Produktif
Memasuki usia 7–12 tahun, anak mulai memiliki keinginan untuk membelanjakan uang secara bebas. Di fase ini, orang tua perlu mengajarkan pengelolaan uang yang lebih produktif.
Anak bisa mulai dikenalkan dengan kebiasaan menabung, bahkan investasi sederhana. Selain itu, mereka juga bisa diajak belajar berwirausaha kecil-kecilan untuk memahami nilai uang.
Baca Juga: Hindari Macet, Simak Aturan Terbaru Arus Balik Lebaran 2026 dari Kemenhub
Pendampingan tetap diperlukan agar anak memiliki tujuan jelas dalam menggunakan uang angpau Lebaran tersebut.
Beri Kebebasan Bertahap dan Kenalkan Investasi
Untuk anak usia 13–15 tahun, pendekatan yang diberikan perlu lebih fleksibel. Anak mulai diberi ruang untuk mengelola uang sendiri, namun tetap diingatkan soal prioritas kebutuhan.
Di tahap ini, orang tua juga bisa mulai mengenalkan fungsi uang sebagai alat investasi jangka panjang, seperti menabung untuk pendidikan atau membeli emas.
Ajarkan Kemandirian Finansial pada Remaja
Sementara itu, bagi remaja usia 16–18 tahun, penting untuk mulai mengenalkan konsep kemandirian finansial. Anak perlu memahami bahwa mendapatkan uang membutuhkan usaha.
Orang tua dapat mendorong anak mencoba mencari penghasilan tambahan, bukan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi sebagai pembelajaran agar lebih menghargai uang.
Dengan pendekatan bertahap ini, anak diharapkan mampu lebih bijak dalam menggunakan uang THR. Cara ini juga menjadi bekal penting agar mereka memiliki kebiasaan finansial yang sehat di masa depan.
Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya, Fatkur Huda, menekankan bahwa pengelolaan uang THR harus disesuaikan dengan usia anak agar lebih efektif.
Ajarkan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Sejak Dini
Menurut Fatkur, langkah pertama dalam cara mengelola angpau Lebaran adalah mengenalkan konsep kebutuhan dan keinginan kepada anak usia 4–6 tahun.
Pada usia ini, anak sudah mulai bisa diajak berdiskusi sederhana. Orang tua dapat mengarahkan anak untuk menggunakan uangnya pada hal yang benar-benar dibutuhkan, seperti perlengkapan sekolah, bukan sekadar keinginan sesaat.
Latih Anak Menabung dan Kelola Uang Secara Produktif
Memasuki usia 7–12 tahun, anak mulai memiliki keinginan untuk membelanjakan uang secara bebas. Di fase ini, orang tua perlu mengajarkan pengelolaan uang yang lebih produktif.
Anak bisa mulai dikenalkan dengan kebiasaan menabung, bahkan investasi sederhana. Selain itu, mereka juga bisa diajak belajar berwirausaha kecil-kecilan untuk memahami nilai uang.
Pendampingan tetap diperlukan agar anak memiliki tujuan jelas dalam menggunakan uang angpau Lebaran tersebut.
Beri Kebebasan Bertahap dan Kenalkan Investasi
Untuk anak usia 13–15 tahun, pendekatan yang diberikan perlu lebih fleksibel. Anak mulai diberi ruang untuk mengelola uang sendiri, namun tetap diingatkan soal prioritas kebutuhan.
Di tahap ini, orang tua juga bisa mulai mengenalkan fungsi uang sebagai alat investasi jangka panjang, seperti menabung untuk pendidikan atau membeli emas.
Ajarkan Kemandirian Finansial pada Remaja
Sementara itu, bagi remaja usia 16–18 tahun, penting untuk mulai mengenalkan konsep kemandirian finansial. Anak perlu memahami bahwa mendapatkan uang membutuhkan usaha.
Orang tua dapat mendorong anak mencoba mencari penghasilan tambahan, bukan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi sebagai pembelajaran agar lebih menghargai uang.
Dengan pendekatan bertahap ini, anak diharapkan mampu lebih bijak dalam menggunakan uang THR. Cara ini juga menjadi bekal penting agar mereka memiliki kebiasaan finansial yang sehat di masa depan.
Editor : Hany Akasah