Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Laba PT Perkebunan Nusantara I Tembus Rp700 Miliar di 2025, Ini Komoditas Unggulannya

Hany Akasah • Rabu, 18 Maret 2026 | 21:05 WIB
PTPN I Regional 5 akan fokus pada pengembangan lahan serta peningkatan produksi, khususnya pada komoditas karet dan kopi.
PTPN I Regional 5 akan fokus pada pengembangan lahan serta peningkatan produksi, khususnya pada komoditas karet dan kopi.

 

radarsurabayabisnis.id - PT Perkebunan Nusantara I Regional 5 mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba sekitar Rp700 miliar. Capaian ini menjadi sinyal kuat pemulihan dan efisiensi bisnis di sektor perkebunan BUMN.

Head Region PTPN I Regional 5, Subagiyo, mengungkapkan bahwa keuntungan tersebut ditopang oleh dua faktor utama, yakni sektor produksi dan optimalisasi aset perusahaan.

Baca Juga: Tol Jogja–Bawen Dikebut! Jasa Marga Kantongi Dana Rp17,92 Triliun, Berikut Detail dan Targetnya

“Sekitar 60 persen laba berasal dari produksi, sedangkan 40 persen dari optimalisasi aset,” ujarnya, Selasa (17/3).

Ia menjelaskan, komoditas perkebunan masih menjadi tulang punggung kinerja perusahaan, dengan karet sebagai kontributor terbesar. Selain karet, komoditas lain seperti kopi dan tembakau juga memberikan kontribusi signifikan.

“Kinerja kita cukup terangkat dari komoditas karet, kemudian diikuti kopi dan tembakau. Untuk karet kontribusinya sekitar 40 sampai 45 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Kapan Harga BBM Naik? Menkeu Purbaya Bongkar Kekuatan APBN di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Kinerja 2025 ini juga tercatat lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Salah satu faktor pendorongnya adalah strategi optimalisasi aset, termasuk pelepasan aset untuk kepentingan umum seperti pembangunan infrastruktur.

“Ada beberapa aset yang kita lepas untuk kepentingan umum seperti jalan tol, itu juga mendukung kinerja tahun ini,” tambah Subagiyo.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Program Makan Bergizi Gratis Libur Lebaran Hemat Kas Negara Rp 5 T

Namun, untuk tahun 2026 perusahaan menargetkan laba sekitar Rp500 miliar. Target tersebut lebih rendah dibanding capaian 2025 karena tidak adanya faktor non-operasional seperti divestasi aset.

“Tahun ini target kita sekitar Rp0,5 triliun. Memang lebih rendah karena tahun lalu ada faktor mandatori seperti pelepasan aset,” ungkapnya.

Ke depan, PTPN I Regional 5 akan fokus pada pengembangan lahan serta peningkatan produksi, khususnya pada komoditas karet dan kopi. Perusahaan juga berupaya memaksimalkan lahan yang belum tergarap optimal.

Selain itu, peluang transformasi bisnis juga terbuka, termasuk kemungkinan penggabungan dengan regional lain, meski masih menunggu keputusan pemegang saham.

Dari sisi pasar, harga komoditas global yang masih stabil turut menjadi faktor pendukung kinerja, terutama untuk karet dan tembakau yang sebagian besar ditujukan untuk ekspor.

Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik di Kuartal II 2026

Dengan strategi tersebut, PTPN I Regional 5 optimistis dapat menjaga kinerja positif di tengah dinamika industri perkebunan global.

Editor : Hany Akasah
#ptpn5 #karet #perkebunan #bumn #laba