Efisiensi Anggaran, Program Makan Bergizi Gratis Libur Lebaran Hemat Kas Negara Rp 5 T
Hany Akasah• Rabu, 18 Maret 2026 | 19:15 WIB
LIBUR: Program Makan Bergizi Gratis berhenti selama libur Lebaran 2026.
RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah strategis dalam pengelolaan anggaran negara. Menjelang periode Idul Fitri 2026, BGN memutuskan untuk meliburkan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diprediksi mampu memberikan efisiensi anggaran negara hingga Rp 5 triliun.Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya sekadar mengikuti kalender libur sekolah, tetapi juga merupakan bagian dari strategi manajemen fiskal di tengah dinamika ekonomi global.Baca Juga: Lowongan Besar-besaran Kemhan, Kuota 30 Ribu Orang untuk Koperasi Desa, Daftar Sebelum 17 April"Penyaluran terakhir untuk anak sekolah sudah dilakukan pada 13 Maret. Sedangkan untuk ibu hamil, menyusui, dan balita berakhir hari ini," ujar Dadan di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/3/2026).Dadan menekankan pentingnya memiliki sense of crisis dalam penggunaan uang negara. Saat ini, BGN mengelola pagu anggaran sebesar Rp 268 triliun. Dengan adanya jeda operasional selama libur Lebaran, BGN berupaya memaksimalkan penggunaan anggaran utama agar lebih tepat sasaran.Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik di Kuartal II 2026"Kami terus melakukan hitung-hitungan agar penggunaan anggaran lebih efisien. Target kami adalah mengoptimalkan dana Rp 268 triliun tersebut dan sebisa mungkin tidak menyentuh dana standby pemerintah yang sebesar Rp 67 triliun," tambahnya.Langkah efisiensi ini dinilai cukup besar dan krusial untuk menjaga stabilitas kas lembaga di tengah tantangan ekonomi global yang fluktuatif.Berdasarkan jadwal, program MBG akan kembali beroperasi normal pada 31 Maret 2026, tepat setelah masa libur lebaran usai.