Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Antisipasi Dampak Timur Tengah, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Jelang Lebaran 2026

Hany Akasah • Selasa, 17 Maret 2026 | 21:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) beri keterangan pers.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) beri keterangan pers.

RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan jaminan bahwa pasokan pangan nasional dan harga komoditas utama di Indonesia tetap terjaga meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat. 

Kepastian ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik menjelang Idul Fitri 2026.

Zulhas menegaskan bahwa stok komoditas strategis seperti beras, jagung, telur, hingga daging ayam berada dalam kondisi cukup. Meski harga cabai sempat mengalami fluktuasi, pantauan terkini menunjukkan tren penurunan harga di tingkat pasar.

Baca Juga: Dari 778 Dapur MBG Jawa Timur yang Disetop, Kini Tinggal 213, Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya

“Apapun yang terjadi di Timur Tengah, kalau soal pangan, kita siap. Stoknya cukup, harga terjangkau,” ujar Zulhas saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Minggu (15/3/2026).

Selain sektor pangan, pemerintah juga memantau ketat ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Zulhas menyatakan cadangan BBM nasional aman untuk memenuhi kebutuhan setidaknya selama 30 hari ke depan, yang dianggap mencukupi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Baca Juga: Harga emas hari ini turun Rp11.000, baik untuk Galeri24 maupun UBS, Berikut Detail Harganya

Sebagai langkah konkret menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema intervensi bisnis dan sosial, di antaranya:

- Operasi Pasar Murah: Pengalokasian anggaran bencana untuk subsidi pangan di tingkat kecamatan dan kelurahan melalui koordinasi bupati dan wali kota.

- Insentif Transportasi: Pemberian diskon tarif pesawat dan kereta api untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026.

- Bantuan Sosial: Penyaluran bantuan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng yang ditargetkan menjangkau 36 juta keluarga penerima manfaat.

Baca Juga: Strategi Indonesia Jadi Pusat Pengolahan Logam Dunia Lewat Daur Ulang Baterai Bekas

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat meredam sentimen negatif pasar akibat ketidakpastian global dan memastikan aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan kondusif.

Editor : Hany Akasah
#pangan #lebaran #inflasi #bbm #zulhas