Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Peneliti UI ini Ungkap Potensi Cuan di Balik Sisa Makanan Program MBG yang Bisa Jadi Peluang Bisnis UMKM

Hany Akasah • Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:11 WIB

Sisa Makanan Program MBG Bisa Menjadi Cuan UMKM
Sisa Makanan Program MBG Bisa Menjadi Cuan UMKM

RADAR SURABAYA BISNIS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi besar bagi masyarakat lokal. 

Peneliti dari Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Indonesia (UI) mengungkapkan bahwa pengelolaan sisa makanan (waste management) dari program ini dapat dikembangkan menjadi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjanjikan.

Dalam Seminar Riset “Kajian MBG: Dampak terhadap Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga” di Kampus UI Depok, peneliti Arif Wibowo menjelaskan bahwa sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa di sekolah sebaiknya tidak dibuang begitu saja. 

Melalui manajemen yang tepat, limbah organik tersebut dapat diolah menjadi pakan ternak hingga budidaya maggot.

“Sisa makanan tersebut bisa dikelola menjadi pakan ternak seperti ayam dan bebek, atau dimanfaatkan untuk budidaya maggot,” ujar Arif.

Pemberdayaan UMKM Lokal

Arif menilai, potensi ini merupakan peluang bagi pengusaha lokal untuk masuk ke dalam ekosistem Program MBG. Dengan model ekonomi sirkular, limbah yang dihasilkan dari penyediaan makan siang tidak menjadi beban lingkungan, melainkan bahan baku yang bernilai ekonomis.

Selain memberikan manfaat finansial bagi pengelolanya, program pemberdayaan UMKM berbasis pengolahan limbah ini juga mendukung keberlanjutan program MBG secara jangka panjang. 

Hal ini menciptakan ekosistem di mana manfaat ekonomi tersebar luas ke masyarakat sekitar sekolah, bukan hanya bagi penyedia jasa katering utama.

Risiko Bisnis dan Akuntabilitas

Namun, di sisi bisnis penyedia jasa (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG), terdapat catatan penting mengenai batas tanggung jawab. 

Peneliti mengingatkan adanya risiko keracunan jika makanan dibawa pulang oleh siswa dan dikonsumsi melewati batas waktu aman.

Secara hukum dan operasional, penyedia program tidak dapat dituntut jika terjadi masalah kesehatan akibat makanan yang dikonsumsi di luar lingkungan sekolah atau melewati jam konsumsi yang disarankan. 

Oleh karena itu, edukasi dan pengelolaan sisa makanan di area sekolah menjadi kunci krusial dalam menjaga reputasi dan keberlangsungan bisnis penyedia MBG.

Editor : Hany Akasah
#Mbg #pakan ternak #umkm #sisa makanan mbg #Peneliti UI