Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Naik Terus Harga Cabai Diprediksi Tembus Rp 100 Ribu, Ternyata Ini Penyebabnya

Hany Akasah • Rabu, 11 Maret 2026 | 13:44 WIB

NAIK: Harga cabai diprediksi bertahan diharga Rp 100 ribu hingga lebaran, selain  disebabkan oleh momen lebaran juga dikarenakan cuaca
NAIK: Harga cabai diprediksi bertahan diharga Rp 100 ribu hingga lebaran, selain disebabkan oleh momen lebaran juga dikarenakan cuaca

radarsurabayabisnis.id - Harga cabai di Jawa Timur diperkirakan masih akan mengalami kenaikan hingga menjelang Lebaran bahkan berlanjut setelah hari raya. Naik terus hingga setelah hari raya, ini penyebab harga cabai naik yang paling utama adalah kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga memengaruhi produksi di tingkat petani.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jawa Timur, Nanang Triatmoko, menjelaskan curah hujan tinggi dan perubahan cuaca yang tidak stabil membuat tanaman cabai lebih rentan terserang penyakit.

 Baca Juga: Rencana Impor Pakaian Bekas Cacahan Asal AS: Antara Bahan Baku Industri dan Kekhawatiran IKM

Akibatnya, produksi cabai dari petani menurun sehingga pasokan di pasar ikut berkurang dan harga terus merangkak naik.

“Potensi kenaikan harga cabai bisa sampai Lebaran bahkan pasca Lebaran. Kalau kondisi cuaca seperti ini terus, harga cabai rawit bisa tembus di atas Rp100 ribu per kilogram,” ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (10/3).

Penyakit Tanaman Jadi Faktor Harga Cabai Naik

Selain cuaca ekstrem, penyakit tanaman juga menjadi faktor utama penyebab harga cabai naik. Saat musim hujan, tanaman cabai sangat rentan terserang penyakit seperti patek dan layu.

Serangan penyakit tersebut membuat kualitas cabai menurun dan hasil panen petani berkurang secara signifikan.

Baca Juga: Manjakan Pelanggan, Keuntungan Belanja di Blibli Tebar Promo Lebaran 2026 dengan Jaminan Produk Original

Saat ini, harga cabai rawit di tingkat petani sudah berada di kisaran Rp85 ribu per kilogram, sementara cabai merah besar masih berada di angka sekitar Rp20 ribu per kilogram.

Hujan Ganggu Panen dan Distribusi Cabai

Cuaca hujan yang terus terjadi juga memengaruhi aktivitas panen dan distribusi cabai. Banyak petani memilih menunda panen karena khawatir cabai mudah rusak saat proses pengiriman.

Jika cabai dipanen dalam kondisi basah, risiko busuk selama perjalanan menuju pasar menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak Rp 40.000 pada 11 Maret 2026, Kini Rp 3.087.000 per Gram

“Hujan juga membuat petani enggan memanen. Kalau dikirim dalam kondisi basah, cabai sangat mudah busuk sebelum sampai ke pasar,” jelas Nanang.

Data Harga Cabai di Jawa Timur

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga cabai rawit memang sudah berada pada level tinggi.

Per Selasa (10/3) pukul 10.41 WIB, harga rata-rata cabai rawit merah di Jawa Timur mencapai Rp88.551 per kilogram.

Dari 36 kabupaten/kota yang melaporkan harga:

Sementara untuk cabai merah besar, harga rata-rata di Jawa Timur tercatat Rp29.849 per kilogram.

Baca Juga: Siswa Jatim Dilarang Bawa HP ke Kelas Setelah Lebaran, Begini Skema Aturannya

Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Ngawi sebesar Rp40 ribu per kilogram, sedangkan harga terendah berada di Kabupaten Mojokerto sekitar Rp25.500 per kilogram.

Operasi Pasar Dinilai Penting Kendalikan Harga

Nanang menilai kenaikan harga cabai bisa semakin tajam jika tidak diimbangi langkah pengendalian dari pemerintah, salah satunya melalui operasi pasar secara rutin.

Menurutnya, jika pasokan terbatas sementara permintaan meningkat menjelang Lebaran, harga cabai berpotensi melonjak lebih tinggi lagi.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dukung Peningkatan Omzet UMKM di Bazaar Al-Madinah Melalui Program Bright Gas

“Kalau tidak ada operasi pasar secara rutin, kenaikan harga bisa lebih drastis,” tegasnya.

Permintaan Tinggi Jelang Lebaran

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya, Dyah Paramita, menyebut kenaikan harga cabai rawit juga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Cabai rawit mengalami kenaikan yang cukup signifikan, salah satunya karena faktor cuaca dan permintaan yang tinggi,” ujarnya.

KPPU pun terus memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan guna memastikan tidak terjadi praktik persaingan usaha tidak sehat di tengah lonjakan harga menjelang Lebaran.

Editor : Hany Akasah
#Idul Fitri 2026 #cabai naik surabaya #harga cabai #harga cabai surabaya