Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Makin Dekat Lebaran Harga Telur Naik di 210 Kabupaten, Ada yang Tembus Rp 57.000 per Kg

Nofilawati Anisa • Selasa, 10 Maret 2026 | 04:33 WIB

 

MAHAL: Harga telur terus mengalami lonjakan di 210 kabupaten/kota di Indonesia.
MAHAL: Harga telur terus mengalami lonjakan di 210 kabupaten/kota di Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras terjadi di 210 kabupaten/kota atau sekitar 58,33 persen di wilayah Indonesia pada minggu pertama Maret.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut harga rata-rata telur ayam ras secara nasional mencapai Rp 32.475 per kilogram (kg), sementara harga acuan penjualan (HAP) ditetapkan sebesar Rp 32.000 per kilogram.

"Sudah ada 210 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga telur ayam ras. Ada yang sampai kenaikan harganya 16,31 persen dan harga telur ayam rasnya sudah 40 persen di atas HAP," kata Amalia di Jakarta, Senin (9/3).

Beberapa daerah yang mengalami lonjakan harga cukup tinggi, antara lain Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara yang harga telurnya telah mencapai Rp 42.000 per kg atau 40 persen dari HAP.

Kenaikan juga terjadi Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara dengan harga telur sekitar Rp 37.293 per kg atau 24,31 persen di atas HAP.

Lonjakan harga paling tinggi terjadi di wilayah Papua, yakni Kabupaten Sarmi yang harga telurnya mencapai Rp 57.000 per kg atau 90 persen di atas HAP.

Menurut Amalia, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah, terutama menjelang meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026.

"Dalam rangka menghadapi Ramadhan dan Lebaran, mungkin perlu mendapat perhatian, terutama untuk harga telur ayam ras," ujarnya.

BPS juga mencatat beberapa komoditas lain yang perlu diwaspadai pergerakan harganya, salah satunya daging ayam ras.

Secara rata-rata nasional, daging ayam ras sudah menyentuh harga Rp 41.181 per kilogram, sedangkan HAP yang ditetapkan Rp 40.000 per kg.

Kabupaten/kota yang mengalami kenaikan cukup tinggi antara lain Kabupaten Sarmi Rp 49.000, Kabupaten Siak Rp 49.000, Kabupaten Sumba Barat Daya Rp 48.309, Kabupaten Kepulauan Seribu Rp 48.000, Kabupaten Pesisir Selatan Rp 46.050, Kabupaten Karawang Rp 45.000, serta Kabupaten Tapanuli Utara Rp 45.000. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#badan pusat stastistik #harga telur naik #harga acuan penjualan #Amalia Adininggar Widyasanti #harga acuan penjualan telur