radarsurabayabisnis.id - Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Indonesia. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mencuri perhatian dunia setelah meraih juara kedua dalam International Student Design Competition 2026 yang digelar oleh Worldwide Ferry Safety Association (WFSA).
Tim mahasiswa yang tergabung dalam Tim Nawasena ITS sukses memukau dewan juri lewat inovasi desain kapal feri ramah lingkungan berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) bernama MV Great Idia.
Baca Juga: Tradisi Buka Bersama Yamaha dan Radar Surabaya, Silaturahmi 15 Tahun yang Terus Terjaga
Kompetisi desain kapal tingkat dunia tersebut diikuti oleh 18 tim dari sembilan negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Portugal, Mesir, hingga Nigeria. Dari puluhan peserta internasional itu, karya mahasiswa ITS berhasil menembus posisi terbaik dunia.
Berkat prestasi ini, Tim Nawasena ITS dijadwalkan menghadiri acara awarding speech di New York City, Amerika Serikat, pada 5–7 Mei 2026 mendatang.
Baca Juga: Harga Emas Antam Melemah pada Perdagangan Jumat 6 Maret 2026, Kini di Level Rp 3.024.000 per Gram
Desain Kapal Feri Ramah Lingkungan yang Jadi Sorotan Dunia
Ketua Tim Nawasena ITS, Bachtiar Shifa Bahari, menjelaskan bahwa desain kapal MV Great Idia dirancang sebagai solusi transportasi sungai yang aman, efisien, sekaligus berkelanjutan.
Kapal ini dirancang untuk melayani rute Lokoja–Onitsha di Sungai Niger, Nigeria, salah satu jalur transportasi air yang cukup padat namun memiliki keterbatasan infrastruktur pelabuhan.
MV Great Idia menggunakan desain wave-piercing catamaran hull, teknologi lambung kapal yang mampu mengurangi hambatan hidrodinamika, meningkatkan stabilitas, serta membuat konsumsi energi menjadi lebih efisien.
Baca Juga: Danantara Kantongi Investasi Rp 23 Triliun, Kebut Pembangunan PLTS
Dengan panjang sekitar 35 meter dan lebar 11,4 meter, kapal ini mampu mengangkut hingga 200 penumpang serta sekitar 16 ton muatan barang pasar dengan waktu perjalanan sekitar lima jam.
Gunakan Energi Bersih CNG dan Panel Surya
Keunggulan utama kapal ini adalah penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar utama yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar konvensional.
Sistem energi kapal juga dilengkapi panel surya serta teknologi waste heat recovery yang mampu memanfaatkan panas buangan mesin untuk menghasilkan energi tambahan.
Kombinasi teknologi ini membuat kapal MV Great Idia mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon, sehingga mendukung program energi bersih yang tengah dikembangkan pemerintah Nigeria.
Bisa Beroperasi Meski Tanpa Dermaga Permanen
Selain fokus pada efisiensi energi, desain kapal ini juga mempertimbangkan kondisi infrastruktur di sepanjang Sungai Niger yang masih terbatas.
Untuk mengatasi hal tersebut, kapal dilengkapi forward ramp door serta onboard crane. Fitur ini memungkinkan proses naik turun penumpang maupun bongkar muat barang tetap bisa dilakukan tanpa bergantung pada fasilitas pelabuhan permanen.
Dengan desain ini, kapal dapat beroperasi lebih fleksibel di berbagai titik pemberhentian di sepanjang sungai.
Dilengkapi Sistem Navigasi Pencegah Tabrakan
Dalam aspek keselamatan, MV Great Idia dirancang mengikuti standar klasifikasi inland navigation vessel dari Bureau Veritas (NR217).
Kapal ini juga dibekali sistem Nawasena Navigation Assisted (NAVENA), yaitu teknologi peringatan dini yang membantu navigasi kapal untuk menghindari potensi tabrakan di jalur penyeberangan yang padat.
Baca Juga: Wamendag Roro Ungkap Biang Kerok Tingginya Harga Cabai
Teknologi ini menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus dari dewan juri dalam kompetisi desain kapal internasional tersebut.
Tim Nawasena ITS Konsisten Juara Dunia
Keberhasilan meraih juara kedua pada WFSA International Student Design Competition 2026 semakin memperkuat reputasi Tim Nawasena ITS sebagai salah satu tim desain kapal mahasiswa terbaik di dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, tim ini secara konsisten menorehkan prestasi internasional, mulai dari juara pertama pada 2022, juara ketiga pada 2023, juara pertama pada 2024, hingga juara ketiga pada 2025.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan riset dan inovasi yang mampu bersaing di tingkat global, khususnya dalam pengembangan teknologi maritim yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Melalui inovasi kapal feri ramah lingkungan MV Great Idia, mahasiswa ITS juga turut berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor energi bersih, inovasi industri, serta penanganan perubahan iklim.
Editor : Hany Akasah