Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Siapkan Skenario Terburuk Dampak Perang Iran, Ini Siasat Pemerintah Jaga Energi dan Ekonomi Indonesia

Hany Akasah • Kamis, 5 Maret 2026 | 14:38 WIB

SIAP: Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono  mengungkapkan, Presiden Prabowo telah memitigasi berbagai skenario.
SIAP: Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan, Presiden Prabowo telah memitigasi berbagai skenario.

radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan skenario terburuk dampak perang Iran yang berpotensi memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah. Langkah antisipasi ini dilakukan setelah situasi geopolitik memanas akibat eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS), termasuk keputusan Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

Baca Juga: Inilah Sejarah Terminal Joyoboyo Dulunya Stasiun Trem, Jadi Simpul Transportasi Surabaya Sejak Era Kolonial

Presiden Prabowo Subianto disebut telah menginstruksikan jajaran pemerintah untuk memitigasi berbagai kemungkinan yang bisa berdampak pada ekonomi dan ketahanan energi nasional.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah diminta menyiapkan berbagai langkah antisipasi jika konflik terus meluas.

“Bapak Presiden mengajak kita semua untuk benar-benar memikirkan apa yang akan terjadi. Sejumlah skenario terburuk juga harus kita bayangkan, termasuk dampaknya jika ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut dan meluas, terutama di kawasan Selat Hormuz,” ujar AHY.

Baca Juga: Bahli Sebut Impor Minyak dari Amerika Serikat Sudah Jalan

Selat Hormuz Jalur Vital Distribusi Energi Dunia

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dan bahan bakar global.

Jika jalur tersebut ditutup oleh Iran, dampaknya diperkirakan akan dirasakan banyak negara, termasuk Indonesia yang masih bergantung pada impor energi.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Kompak Turun Lagi, UBS dan Galeri24 Anjlok Rp71.000, Berikut Detail Harganya

Karena itu, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan energi nasional tetap aman meskipun situasi global tidak menentu.

AHY menegaskan pemerintah ingin memastikan dampak konflik Timur Tengah tidak mengganggu program pembangunan nasional.

“Kita berharap Indonesia tetap bisa fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perdamaian harus terus diupayakan dan dirawat. Kita juga berharap dalam beberapa minggu ke depan terjadi deeskalasi dan pendekatan damai,” katanya.

Presiden Prabowo Serap Masukan Tokoh Nasional

Dalam merumuskan kebijakan strategis, Presiden Prabowo juga mengundang sejumlah tokoh nasional untuk berdiskusi mengenai kondisi global yang sedang berkembang.

Beberapa tokoh yang dilibatkan antara lain presiden dan wakil presiden dari berbagai periode, termasuk para menteri luar negeri serta ketua umum partai politik.

Menurut AHY, Presiden Prabowo mendengarkan berbagai masukan penting yang dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah strategis pemerintah.

“Bapak Presiden mendengarkan dengan baik banyak masukan yang penting dan relevan. Ini akan memperkaya beliau dalam mengambil keputusan penting dan kebijakan strategis,” ujarnya.

SBY Ingatkan Ketahanan Fiskal, Energi, dan Pangan

Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, AHY juga menyampaikan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam menghadapi potensi dampak konflik global.

Baca Juga: Menguat Tipis! Rupiah Sentuh Rp 16.880, Awali Perdagangan Positif di Tengah Ketidakpastian Global

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut memberikan pandangan berdasarkan pengalamannya memimpin Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik dunia.

Menurut AHY, SBY mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan fiskal, stabilitas ekonomi, energi, dan pangan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Pak SBY menyampaikan pesan penguatan kepada Presiden Prabowo agar tetap kokoh memastikan fiskal kita aman, ekonomi kita stabil, energi kita aman, dan pangan kita aman. Namun di saat yang sama Indonesia tetap berperan mencari solusi perdamaian bersama bangsa-bangsa lain,” jelas AHY.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat tetap stabil menghadapi potensi dampak perang Iran sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

Editor : Hany Akasah
#perang iran #perang Iran AS Israel #Selat Hormuz ditutup #dampak perang AS Israel vs Iran