RADAR SURABAYA BISNIS – Lanskap industri teknologi dan telekomunikasi global bersiap menghadapi transformasi besar.
Raksasa teknologi Nvidia secara resmi mengumumkan komitmennya untuk membangun ekosistem jaringan 6G berbasis Kecerdasan Buatan (AI).
Langkah strategis ini digadang-gadang akan mengubah total cara kerja internet di masa depan.
Dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona, Nvidia menggandeng sejumlah pemain kunci industri seperti Cisco Systems Inc., Deutsche Telekom AG, Nokia Corp., hingga T-Mobile US Inc.
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan platform 6G yang terbuka, aman, dan cerdas melalui arsitektur AI-Radio Access Networking (AI-RAN).
Berbeda dengan 5G yang menjadi fondasi metaverse, jaringan 6G diproyeksikan sebagai tulang punggung utama era AI.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa integrasi AI ke dalam infrastruktur telekomunikasi akan mendefinisikan ulang cara manusia dan mesin berinteraksi secara real-time.
“Teknologi ini tidak hanya menghadirkan kecepatan lebih tinggi, tetapi juga memungkinkan jutaan mesin otonom, sensor, hingga robotika canggih terhubung secara mulus dengan dunia nyata,” ujar Huang dalam keterangannya.
Ambisi ini tidak hanya berputar di level global. Nvidia juga memperkuat sinergi dengan Indosat Ooredoo Hutchison dan SoftBank untuk membawa inovasi ini ke tahap komersialisasi.
Kehadiran AI-RAN memungkinkan jaringan tidak lagi bersifat statis, melainkan mampu mengoptimalkan performa secara otomatis melalui perangkat lunak.
Meski masih dalam tahap pengembangan, uji coba awal 5G Advanced akan menjadi jembatan menuju 6G pada tahun 2028. Sementara itu, peluncuran secara komersial diprediksi baru akan terealisasi sepenuhnya pada tahun 2030.
Transformasi ini diharapkan membuka nilai ekonomi baru bagi para pelaku usaha, terutama dalam mendukung otomatisasi industri berskala besar dan efisiensi sistem saraf ekonomi digital global.
Editor : Hany Akasah