Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BI Sebut Surplus Neraca Dagang Topang Ketahanan Eksternal

Nofilawati Anisa • Selasa, 3 Maret 2026 | 13:48 WIB

 PINTU GERBANG: Aktivitas perdagangan internasional di Teluk Lamong Surabaya.
PINTU GERBANG: Aktivitas perdagangan internasional di Teluk Lamong Surabaya.

RADAR SURABAYA BISNIS - Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan pada Januari sebesar USD 0,95 miliar positif untuk terus menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin (2/3), surplus neraca perdagangan pada periode tersebut melanjutkan surplus pada bulan sebelumnya yang mencapai USD 2,51 miliar.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (3/3).

Lebih lanjut, ia mengatakan surplus neraca perdagangan yang berlanjut terutama bersumber dari berlanjutnya surplus neraca perdagangan nonmigas.

Neraca perdagangan nonmigas pada Januari mencatat surplus sebesar USD 3,23 miliar, seiring dengan tetap kuatnya ekspor nonmigas sebesar USD 21,26 miliar.

Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti lemak dan minyak hewani/nabati maupun produk manufaktur seperti nikel dan barang daripadanya, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, serta alas kaki.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

Sementara itu, neraca perdagangan migas tercatat defisit sebesar USD 2,27 miliar pada Januari sejalan dengan penurunan ekspor migas di tengah menurunnya impor migas. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#badan pusat statistik #neraca perdagangan #bank indonesia #surplus #pertumbuhan ekonomi #perekonomian #ramdan denny prakoso