Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Gandeng AAL, ITS Siap Menjadi Pusat Studi Perang Drone, Ini Alasannya

Hany Akasah • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:14 WIB

KERJA SAMA: ITS siap menjadi Pusat Drone Perang bersama AAL, Bambang Pramujati (kanan) bersama Asep Iwa Soemantri.
KERJA SAMA: ITS siap menjadi Pusat Drone Perang bersama AAL, Bambang Pramujati (kanan) bersama Asep Iwa Soemantri.

radarsurabayabisnis.id - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka peluang besar di sektor teknologi pertahanan. Gandeng AAL, ITS siap menjadi Pusat Studi Perang Drone sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi pertahanan nasional.

Penjajakan kerja sama strategis ini dilakukan dalam agenda courtesy visit jajaran Akademi Angkatan Laut (AAL) di Ruang Rektor ITS, Gedung Rektorat ITS, Kamis (26/2).

Baca Juga: Dianggarkan Rp 5 Miliar Pemkab Sidoarjo Bangun Sirkuit Balap "Drag Race", Ini Pilihan Lokasinya

Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menyebut kolaborasi ini sebagai peluang luar biasa bagi pengembangan riset teknologi tanpa awak di Indonesia.

“Apalagi ITS memiliki banyak dosen dan tenaga ahli yang berkecimpung di dunia drone,” ungkapnya.

Baca Juga: Ngabuburit Bertaruh Nyawa, Tren Menunggu Buka di Rel kereta, Imbauan KAI Daop 8 Surabaya

ITS Punya Tim Riset Robotika hingga Otomotif

Menurut Bambang, ITS memiliki kompetensi dan fasilitas pendukung yang kuat untuk merealisasikan Pusat Studi Perang Drone. Sejumlah tim riset aktif di bidang robotika, otomotif, hingga teknologi sistem cerdas siap mendukung pengembangan tersebut.

Baca Juga: Kronologi Nasabah Bank Diancam Dibunuh Tukang Parkir di Surabaya, Berawal dari Tanya Karcis, Kini Lapor Polisi

Langkah ini dinilai strategis di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi pertahanan berbasis drone yang lebih efisien dan adaptif.

AAL: Drone Sangat Efisien untuk Pertahanan

Sekretaris Lembaga (Seklem) AAL, Laksamana Pertama TNI Asep Iwa Soemantri, menegaskan bahwa pengembangan teknologi drone di Indonesia harus terus didorong, khususnya untuk sektor pertahanan.

Menurutnya, sistem tanpa awak memiliki efisiensi tinggi dan peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara.

Baca Juga: Diskon 30 Persen Kereta Api Lebaran 2026 Masih Tersedia! Lebih dari 45 Ribu Kursi KA Ekonomi Komersial Tersisa

“Teknologi pertahanan nasional tanpa awak seperti ini sangat efisien,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan drone tidak terbatas pada sektor militer. Bidang pertanian, pemetaan, hingga mitigasi bencana juga memerlukan dukungan teknologi drone yang andal.

Lokasi Dekat, Kolaborasi Lebih Mudah

Pemilihan ITS sebagai mitra bukan tanpa alasan. Selain dikenal kuat dalam bidang teknologi, lokasi kampus yang berdekatan dengan AAL dinilai memudahkan koordinasi riset dan pengembangan.

“Apalagi lokasi ITS dengan AAL juga dekat, sehingga mudah untuk berkoordinasi nantinya,” kata Iwa.

Baca Juga: Pulang Kampung Tanpa Biaya? Pendaftaran Mudik Gratis Radar Surabaya 2026 Langsung Diserbu Warga

Dukung SDGs dan Penguatan SDM Unggul

Selain penjajakan kerja sama, AAL juga menggelar kuliah tamu di Auditorium Tower 2 ITS yang diikuti mahasiswa Departemen Teknologi Informasi. Materi yang disampaikan berfokus pada pembentukan karakter kader pemimpin masa depan.

Baca Juga: Awas Macet! KAI Mulai Perbaiki 3 Perlintasan Kereta di Jemursari, Jagir dan Margorejo, Ini Jadwalnya

Kolaborasi ini selaras dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

Dengan kolaborasi ini, Gandeng AAL, ITS siap menjadi Pusat Studi Perang Drone yang tak hanya memperkuat sektor pertahanan, tetapi juga mendorong inovasi teknologi nasional berbasis riset dan kolaborasi strategis.

Editor : Hany Akasah
#drone perang #kampus its #its surabaya #AAL pertama di Surabaya #ITS Pusat Drone Perang