Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pabrik Sabun Legendaris di Surabaya Tutup, Bertahan 102 Tahun Sejak Zaman Belanda, Ini Kisahnya

Hany Akasah • Kamis, 26 Februari 2026 | 14:55 WIB

Pabrik sabun legendaris di Surabaya gulung tikar setelah lebih dari satu abad beroperasi. Bangunan milik CV Samudra Mas di Jalan Samudra Nomor 39
Pabrik sabun legendaris di Surabaya gulung tikar setelah lebih dari satu abad beroperasi. Bangunan milik CV Samudra Mas di Jalan Samudra Nomor 39

radarsurabayabisnis.id - Kabar mengejutkan datang dari Kota Pahlawan. Pabrik sabun legendaris di Surabaya gulung tikar setelah lebih dari satu abad beroperasi. Bangunan milik CV Samudra Mas di Jalan Samudra Nomor 39 terlihat sepi tanpa aktivitas pada Kamis, 26 Februari 2026.

Baca Juga: Diskon 30 Persen Kereta Api Lebaran 2026 Masih Tersedia! Lebih dari 45 Ribu Kursi KA Ekonomi Komersial Tersisa

Pabrik sabun batangan yang berdiri sejak 1923 pada masa kolonial Belanda itu diketahui sudah lama berhenti produksi. Warga sekitar menyebut aktivitas industri rumahan tersebut memang meredup sejak beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Pulang Kampung Tanpa Biaya? Pendaftaran Mudik Gratis Radar Surabaya 2026 Langsung Diserbu Warga

“Pabrik sabun sudah lama tutup. Sudah lama tidak ada aktivitas,” ujar Suprapto, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.

Tanda-Tanda Tutup Sudah Terlihat Sejak 2025

Menurut keterangan warga, penutupan pabrik sabun legendaris di Surabaya ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejak 2025, jumlah karyawan mulai berkurang hingga akhirnya operasional benar-benar dihentikan.

Baca Juga: Mudik Gratis Pemprov Jatim 2026 Dibuka, Tersedia Juga Angkut Sepeda Motor Gratis, Simak Cara Daftar dan Rutenya

Padahal, sabun batangan bermerek Prahu Layar produksi CV Samudra Mas dikenal luas dan memiliki pasar kuat di luar Pulau Jawa, khususnya kawasan Indonesia Timur. Ironisnya, produk tersebut justru tidak dipasarkan secara masif di Surabaya maupun Jawa Timur.

“Sayang sekali karena pabrik ini sudah ada sejak zaman Belanda dan sabunnya cukup laris untuk pasar luar pulau,” tambah Suprapto.

Baca Juga: Awas Macet! KAI Mulai Perbaiki 3 Perlintasan Kereta di Jemursari, Jagir dan Margorejo, Ini Jadwalnya

Berdiri Sejak 1923, Bertahan Lebih dari Satu Abad

Koordinator komunitas Pernak-Pernik Surabaya Lama (PSL), Chrisyandi Tri Kartika, menyebut pabrik ini termasuk industri langka karena mampu bertahan selama 102 tahun.

“Berdasar catatan yang ada, pabrik sabun batangan ini sudah ada sejak tahun 1923. Artinya, usianya sudah satu abad lebih,” ujarnya.

Baca Juga: 3 Penumpang Mobil Tewas Ditabrak KA Pandalungan Relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir

Berdasarkan buku telepon lama, lokasi tersebut dahulu tercatat atas nama Tuan Djoe Gwan di Bakmistraat nomor 39. Di atas persil itu kemudian berdiri papan nama CV Samudra Mas sebagai perusahaan sabun rumahan yang menjadi bagian sejarah industri Surabaya.

Permintaan Luar Pulau Sempat Jadi Penopang

Salah satu karyawan yang telah bekerja lebih dari 50 tahun mengungkapkan, pabrik sempat bertahan karena tingginya permintaan dari pasar luar pulau.

“Permintaan pasar di luar pulau memang banyak,” tuturnya singkat.

Baca Juga: Rumahkan Ratusan Tenaga Kerja, PT KAS Akui  Kebutuhan Produksi di Pasar Menurun

Kini, pabrik sabun legendaris di Surabaya gulung tikar dan menambah daftar panjang industri tua yang tak mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Bangunan bersejarah tersebut pun menjadi saksi bisu perjalanan industri sabun batangan sejak era kolonial hingga Indonesia modern.

Editor : Hany Akasah
#Surabaya heritage #sabun prahu layar tutup #pabrik di surabaya #sabun prahu layar