Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Perkuat Ekosistem Pangan Global, Indonesia Ekspor Perdana Beras 2.280 Ton ke Arab Saudi

Hany Akasah • Kamis, 26 Februari 2026 | 09:50 WIB

ILUSTRASI: Bulog akan mengekspor beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton untuk keperluan jemaah haji Indonesia di musim haji tahun 2026 ini.
ILUSTRASI: Bulog akan mengekspor beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton untuk keperluan jemaah haji Indonesia di musim haji tahun 2026 ini.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Indonesia resmi memulai babak baru dalam perdagangan pangan internasional dengan melakukan ekspor perdana beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. 

Langkah strategis ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia sekaligus memperluas jangkauan produk pangan nasional di pasar global.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan tonggak sejarah bagi kemandirian pasok pangan. 

Selama ini, kebutuhan pangan jemaah haji kerap bergantung pada pasokan dari negara lain seperti Thailand dan Vietnam.

"Ini adalah pengiriman perdana sebesar 2.280 ton. Kami menargetkan ekspor berkelanjutan, tidak hanya ke Arab Saudi tetapi juga ke negara lain seperti Malaysia," ujar Zulkifli di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa nilai ekonomi dari ekspor perdana ini mencapai Rp150 miliar. 

Proses pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju Jeddah dalam dua tahap, yakni pada 28 Februari dan 4 Maret 2026.

Rizal menambahkan bahwa skema ini sepenuhnya ditanggung oleh pihak importir di Arab Saudi. Estimasi waktu tempuh pengiriman diperkirakan memakan waktu antara satu bulan satu minggu hingga satu bulan setengah.

Tak sekadar ekspor, Bulog juga berencana memperkuat posisi bisnisnya di Tanah Suci dengan membangun gudang permanen di kawasan Kampung Haji. 

Lahan seluas 2-3 hektare dengan kapasitas minimal 1.000 ton telah disiapkan untuk mendukung suplai pangan secara berkelanjutan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Haji agar diberikan ruang di Kampung Haji. Jika diizinkan, gudang tersebut tidak hanya untuk beras, tetapi juga untuk penyimpanan daging dan ikan dari Indonesia,” kata Rizal.

Potensi bisnis ini semakin cerah dengan adanya komitmen dari jaringan ritel raksasa di Arab Saudi, yakni BinDawood dan LuLu Hypermarket. 

Keduanya telah mengonfirmasi kesiapan untuk menyerap produk pangan asal Indonesia, terutama saat momentum musim haji.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekspor beras nasional di tengah kondisi swasembada pangan, sekaligus memberikan dampak positif bagi neraca perdagangan Indonesia.

Editor : Hany Akasah
#pangan #beras #bulog #haji #impor #arab saudi