Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Revolusi Pendingin Tanpa Freon, Ilmuwan Temukan Teknologi Ionokalori yang Lebih Hemat Energi

Hany Akasah • Senin, 23 Februari 2026 | 20:17 WIB

FREON: Teknologi pendingin masa depan tanpa freon.
FREON: Teknologi pendingin masa depan tanpa freon.

RADAR SURABAYA BISNIS – Industri elektronik dan pendingin udara (HVAC) global bersiap menghadapi disrupsi besar. 

Peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory, University of California, baru saja memperkenalkan siklus ionokalori (ionocaloric cycle).

Sebuah inovasi pendinginan yang diklaim mampu menggantikan bahan kimia berbahaya seperti hydrofluorocarbons (HFC) atau freon.

Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan cara energi disimpan atau dilepaskan saat material berubah bentuk. 

Berbeda dengan sistem konvensional yang menguapkan cairan untuk menyerap panas, metode ionokalori menggunakan partikel ion—seperti garam—untuk mengubah fasa material tanpa menaikkan suhu secara drastis.

Potensi Bisnis dan Dampak Lingkungan

Drew Lilley, peneliti utama dari Lawrence Berkeley National Laboratory, menyatakan bahwa tantangan terbesar industri saat ini adalah menciptakan sistem pendingin yang efisien namun tetap ramah lingkungan.

"Kami pikir siklus ionokalori punya potensi untuk memenuhi aspek keselamatan sekaligus efisiensi energi yang belum dicapai solusi lain," ujarnya.

Dalam uji coba laboratorium, penggunaan "charge" sebesar 1 volt saja mampu mengubah temperatur hingga 25 derajat Celsius.

Angka ini menunjukkan efisiensi tinggi yang bisa menekan biaya operasional perangkat elektronik di masa depan.

Lebih lanjut, teknologi ini berpotensi memiliki emisi negatif karena memanfaatkan karbon dioksida dalam proses pembuatannya. Bagi pelaku industri, ini adalah peluang besar untuk beralih ke produk berbasis Green Technology yang kini menjadi standar pasar global. Saat ini, tim peneliti tengah mengupayakan agar metode ini bisa diterapkan secara komersial secara luas.

Editor : Hany Akasah
#freon #ac #pendingin #University of California #kulkas