RADAR SURABAYA BISNIS – Lanskap tenaga kerja Indonesia di tahun 2026 mulai menunjukkan dominasi signifikan dari generasi Z.
Berdasarkan laporan terbaru Gen Z Characteristics and Behaviors Outlook 2026 yang dirilis Jakpat melalui GoodStats, sebanyak 38% responden Gen Z tercatat telah aktif bekerja secara profesional.
Data ini menandakan pergeseran besar di mana generasi yang sebelumnya identik dengan dunia pendidikan kini mulai mencapai kemandirian ekonomi.
Tren ini memberikan sinyal bagi para pelaku bisnis untuk segera beradaptasi dengan karakter kerja generasi digital native ini.
Selain kelompok pekerja, survei yang melibatkan 1.158 responden ini memotret dinamika status sosial yang beragam. Di posisi kedua, sebanyak 23% Gen Z masih menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi sebagai upaya peningkatan kompetensi sebelum terjun ke industri.
Namun, tantangan ketenagakerjaan tetap terlihat. Sebanyak 17% responden saat ini berada dalam posisi pencari kerja (job seeker).
Angka ini mencerminkan adanya masa transisi yang cukup besar dari lulusan baru (fresh graduate) menuju dunia profesional.
Sisi lain yang menarik adalah munculnya peran family caregiver atau pengasuh keluarga sebanyak 7%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian Gen Z sudah memikul tanggung jawab domestik di usia muda.
Sementara itu, kelompok pelajar sekolah menyumbang 10% dan sisanya terbagi dalam kategori tidak bekerja (3%) serta kategori lainnya (2%).
Laporan ini menegaskan bahwa Gen Z bukan lagi sekadar pasar masa depan, melainkan penggerak roda ekonomi saat ini.
Perusahaan yang mampu memahami ekosistem dan kebutuhan Gen Z akan memiliki keunggulan kompetitif dalam mempertahankan talenta muda berbakat di tahun-tahun mendatang.
Editor : Hany Akasah