Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

53 Kelompok Komoditas Pertanian Indonesia Bebas Tarif Masuk ke Amerika Serikat, Berikut Rinciannya

Nofilawati Anisa • Minggu, 22 Februari 2026 | 11:56 WIB

 

 PANEN: Kopi menjadi salah satu komoditas pertanian Indonesia yang mendapatkan bea masuk 0 persen dari pemerintah Amerika Serikat.
PANEN: Kopi menjadi salah satu komoditas pertanian Indonesia yang mendapatkan bea masuk 0 persen dari pemerintah Amerika Serikat.

RADAR SURABAYA BISNIS - Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil konkret bagi sektor pertanian nasional.

Melalui kesepakatan dagang resiprokal Indonesia–Amerika Serikat, sebanyak 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia dan turunannya, resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar AS.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, capaian ini merupakan hasil negosiasi strategis yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita. Bapak Presiden menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan diplomasi ekonomi yang kuat. Produk pertanian kita bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif,” ujar Amran, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, keberhasilan membuka akses tarif nol persen ke pasar AS yang bernilai sangat besar akan meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia di kancah global secara signifikan.

“Dengan tarif nol persen, produk kita punya ruang bersaing yang lebih besar. Dari sisi harga jadi lebih kompetitif. Ini peluang bagus untuk meningkatkan ekspor dan membuka pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” ujarnya.

Amran menyebut, Kementerian Pertanian akan memastikan peningkatan kualitas, pemenuhan standar, dan kesinambungan pasokan agar peluang ekspor ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kesempatan sudah ada di depan mata. Tinggal kita pastikan produksinya cukup dan mutunya terjaga, supaya petani bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya

Amran menabahkan, dengan dibebaskannya 173 pos tarif sektor pertanian menjadi 0 persen, pemerintah optimistis ekspor komoditas unggulan nasional akan meningkat.

Seiring meningkatnya daya saing harga produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Dalam perjanjian bertajuk Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance, terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik sektor pertanian maupun industri, yang dibebaskan dari bea masuk ke pasar AS.

Dari sektor pertanian komoditas yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen meliputi buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta aneka rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.

Selain itu, kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, serta buah dan inti kelapa sawit juga masuk dalam daftar bebas tarif. Produk olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, hingga pupuk mineral berbasis kalium turut memperoleh fasilitas yang sama. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#53 komoditas pertanian bebas bea masuk ke AS #daftar komoditas pertanian bebas bea masuk ke AS #ekspor kopi #komoditi pertanian #menteri pertanian #andi amran sulaiman #tarif resiprokal Amerika Serikat