RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah melalui Badan PaRADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi transmisi Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan (bansos) berupa beras dan minyak goreng kepada 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Langkah strategi ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan menghadapi periode Ramadhan dan Idulfitri 2026.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa penyaluran ini merupakan tindak lanjut dari Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan bantalan ekonomi bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
Untuk alokasi bulan Februari dan Maret, bantuan akan disalurkan sekaligus dalam satu kali pendistribusian.
“Setiap KPM akan menerima bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Karena disalurkan sekaligus untuk dua bulan, maka warga langsung menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun untuk mendukung program pro-rakyat ini. Secara kuantitas, Perum Bulog akan menggelontorkan stok beras sebanyak 664,8 ribu ton dan minyak goreng sebesar 132,9 ribu kiloliter.
Baca Juga: Blok Rokan Catat Tambahan Produksi Minyak, Segini Angkanya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa stok pangan nasional saat ini dalam kondisi sangat mencukupi.
Berdasarkan laporan Bapanas per 13 Februari, total stok beras di Bulog mencapai 3,53 juta ton.
Stok pemerintah sangat mencukupi. Hal ini didukung oleh percepatan produksi pangan dalam negeri yang signifikan pada awal tahun 2026, ungkap Airlangga di Istana Negara.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Perluasan Pasar Ekspor Furnitur ke Negara-Negara Nontradisional, ke Mana Saja?
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional pada periode Januari-Maret 2026 akan mencapai 10,16 juta ton.
Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 15,79 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka 8,78 juta ton.
Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen efektif untuk mengendalikan laju inflasi pangan yang kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Editor : Hany Akasah