RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tancap gas dalam mempercepat program hilirisasi nasional.
Tidak main-main, lembaga ini tengah menyiapkan 20 proyek hilirisasi strategis dengan total investasi mencapai US$ 26 miliar atau setara dengan Rp437,58 triliun (asumsi kurs Rp16.830 per dolar AS).
Langkah masif ini diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja baru di berbagai sektor, mulai dari mineral, energi, hingga pangan dan agrikultur.
Berdasarkan data terbaru per 13 Februari 2026, realisasi proyek ini telah dimulai dengan groundbreaking enam proyek pada 7 Februari lalu.
Tahap awal ini melibatkan nilai investasi sebesar US$ 7 miliar (sekitar Rp117,81 triliun) dan telah menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.
Ekspansi Besar di Tahun 2026
Memasuki sisa tahun 2026, Danantara berencana mengeksekusi 14 proyek tambahan dengan nilai investasi fantastis mencapai US$ 19 miliar (sekitar Rp319,77 triliun).
Baca Juga: Neraca Pembayaran Triwulan IV/2025 Surplus USD 6,1 Miliar
Proyek-proyek tersebut mencakup sektor-sektor krusial bagi kemandirian ekonomi Indonesia, antara lain sektor mineral, energi, pangan dan agrikultur.
Pada sektor mineral, pengolahan batu bara menjadi DME (Dimethyl Ether), produksi copper rod, pengolahan aspal Buton, hingga manufaktur modul surya terintegrasi.
Sektor energi alam mengembangkan kilang minyak dan peningkatan kapasitas penyimpanan minyak nasional, serta sektor pangan dan agrikultur akan dilakukan hilirisasi rumput laut, produk turunan minyak sawit (oleofood), ekosistem ikan nila (tilapia), hingga pengolahan kelapa terintegrasi.
Baca Juga: Neraca Pembayaran Triwulan IV/2025 Surplus USD 6,1 Miliar
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci untuk mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi nasional.
"Hilirisasi akan memberikan kontribusi besar karena kita menangkap seluruh nilai tambah (value added) yang ada di Indonesia dengan mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi melalui tata kelola perusahaan yang baik dan benar," ujar Rosan dalam keterangan resminya.
Dampak Bagi Masyarakat
Program hilirisasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat struktur industri dalam negeri, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Selain penyerapan ratusan ribu tenaga kerja, proyek ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor pada komoditas vital seperti DME, aspal, dan produk pangan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Freeport Tambah Investasi Rp 337,6 Triliun
Dengan fokus pada peningkatan nilai tambah komoditas, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi berbasis hilirisasi akan menjadi motor penggerak utama menuju Indonesia Maju.