Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Akhirnya Mendag Buka Suara soal Penyebab Harga Ayam dan Telur Naik Jelang Ramadan

Nofilawati Anisa • Rabu, 18 Februari 2026 | 13:15 WIB
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (Busan)
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (Busan)

RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan mengecek beberapa harga komoditas jelang Ramadan.

Harga ayam dikabarkan tembus Rp 45 ribu per kilogram (kg) dan telur ayam Rp 31 ribu per kg di sejumlah daerah.

Budi mengatakan harga rata-rata nasional daging ayam mengacu Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2K) berada di harga Rp 40.259 per kg.

Dengan begitu, harga daging ayam ada yang sampai Rp 45 ribu per kg, tetapi ada juga yang di bawah Rp 40 ribu per kg.

Meski begitu, ia memastikan pihaknya akan mengecek alasan harga di daerah tersebut lebih mahal dan memastikan harganya sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

"Jadi bukan berarti rata-rata nasionalnya Rp 45 ribu. Tapi yang harga mahal tadi, Rp 45 ribu per kg ya tetap kita cek. Kita cek terus kenapa dia mahal, mungkin pasokannya kurang atau memang pasar itu tiba-tiba kebutuhannya meningkat. Kita pastikan jangan sampai mahal. Semua kita usahakan sesuai harga acuan atau HET," ujar Budi, Rabu (18/2/2026).

Budi pun mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pelaku usaha dan menyebut pasokan daging ayam tidak ada masalah dari pelaku usaha.

Kemendag juga menyampaikan kepada pelaku usaha untuk memastikan distribusi ke daerah yang harganya tinggi harus diperhatikan.

"Kami sudah sepakat dan masing-masing kementerian kan juga ada satgasnya. Jadi kita itu kerja bareng-bareng, tidak hanya sendiri. Dengan Bapanas, Kementerian Pertanian, dan kementerian yang lain, pemerintah daerah, Polri, Satgas Pangan, kita bareng-bareng memonitor supaya tidak ada harga-harga yang naik," tambahnya.

Meski begitu, saat ditanya apakah kenaikan harga ayam dan telur ayam dipengaruhi oleh pasokan pakan, ia memastikan hal tersebut masih tercukupi.

"Ini kan harganya juga masih mendekati HET ya. Semua sebenarnya pasokan tercukupi. Biasanya kan memang kalau mendekati Lebaran, permintaan menjadi meningkat. Tapi kita minta diantisipasi. Meskipun Lebaran atau Nataru, pasokan harus terjaga. Jadi ketika permintaan melonjak, ya tetap harus harga stabil," jelas Budi.

Sebelumnya, Harga daging ayam potong di Kota Medan, Sumatra Utara, melonjak tajam menjelang Ramadan.

Di sejumlah pasar tradisional, harga ayam kini dijual berkisar Rp 42 ribu per kg hingga Rp 45 ribu per kg, lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.

Pengamat ekonomi Sumatra Utara Gunawan Benjamin mengungkapkan harga kebutuhan pokok secara umum masih relatif stabil.

Namun, harga ayam menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok.

"Banyak masyarakat mengeluhkan harga ayam potong yang mencapai Rp 45 ribu per kg. Meski demikian, di sejumlah pasar tradisional di Medan, harga masih bervariasi di kisaran Rp 42 ribu – Rp 45 ribu per kg," kata Gunawan, Selasa (17/2/2026).

Menurut Gunawan lonjakan harga ini dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa, sementara pasokan belum bertambah secara signifikan.

Berdasarkan perhitungannya, kenaikan pasokan ayam dalam sepekan menjelang Ramadan masih di bawah 12 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Sementara itu, permintaan meningkat lebih tinggi sehingga memicu kenaikan harga.

"Dugaan awal mengarah pada permintaan yang lebih tinggi dibandingkan persediaan. Ini yang menyebabkan harga ayam bergerak naik," ujarnya. (one/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#harga telur #mendag buka bukaan soal harga #budi santoso #jelang ramadan #Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok #harga ayam #menteri perdagangan