RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada Jumat (13/2/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa kondisi stok pangan nasional saat ini berada pada level yang sangat aman.
Ia mengungkapkan bahwa stok beras nasional telah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
"Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah. Ini mungkin pertama kali di bulan Februari stok kita mencapai 3,4 juta ton," ujar Amran saat membuka GPM serentak di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.
Selain beras, cadangan pangan lainnya juga dipastikan mencukupi. Stok minyak goreng tercatat sekitar 700.000 ton, sementara komoditas lain seperti jagung, ayam, telur, hingga cabai berada dalam kondisi surplus, bahkan sebagian siap untuk diekspor.
Dalam pelaksanaan GPM ini, pemerintah menegaskan kembali daftar Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang wajib dipatuhi oleh para pelaku usaha.
Harga beras SPHP maksimal Rp12.500 per kg, minyak goreng rakyat (Minyakita) Rp15.700 per liter, daging ayam Rp40.000 per kg, dan daging sapi Rp140.000 per kg.
Mentan Amran memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha dan distributor agar tidak mencoba menaikkan harga di atas ketentuan pemerintah.
Ia menegaskan tidak akan ada kompromi bagi pihak yang mencari keuntungan tidak wajar di tengah momentum hari raya.
"Kalau ada yang menjual di atas HET, cari produsennya, dan bila perlu beri sanksi berat, cabut izinnya. Tidak boleh operasi," tegas Amran.
Untuk mengawal kebijakan ini, Bapanas bersinergi dengan Satgas Pangan, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta BUMN Pangan seperti Perum Bulog dan ID Food.
Pengawasan akan diperketat mulai dari tingkat pabrik, feedlot, hingga rumah potong hewan guna memastikan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan spekulasi.
Editor : Hany Akasah