RADAR SURABAYA BISNIS – Kabar baik bagi para petani di seluruh Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menyepakati anggaran sebesar Rp39,1 triliun untuk penyerapan hasil panen padi dan jagung oleh Perum Bulog pada tahun 2026.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa langkah besar ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga saat musim panen raya tiba. Saat ini, realisasi penyerapan hanya tinggal menunggu terbitnya Instruksi Presiden (Inpres).
"Ini adalah kabar gembira bagi petani. Anggaran Rp39,1 triliun sudah disetujui. Kita tinggal menunggu Inpres melalui Rakortas maupun Ratas agar Bulog bisa segera beraksi di lapangan," ujar Amran dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (3/2/2026).
Target 4 Juta Ton Beras
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pihaknya mematok target pengadaan sebesar 4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri sepanjang tahun 2026.
Strategi ini menjadi acuan utama operasi Bulog untuk menjaga stabilitas stok pangan nasional.
Berdasarkan data per 2 Februari 2026, realisasi penyerapan dalam negeri telah mencapai 112.032 ton setara beras yang berasal dari penyerapan gabah kering panen (GKP) sebesar 200.889 ton serta beras petani sebesar 9.277 ton.
Akselerasi di Lapangan
Untuk mengejar target tersebut, Bulog mengaktifkan tim "Jemput Pangan" yang bersinergi dengan TNI, Polri, dan petugas penyuluh pertanian. Tim ini bertugas memantau langsung ketersediaan GKP (Gabah Kering Panen) berkualitas di tingkat petani agar bisa segera diserap.
Selain fokus pada padi, Bulog juga menargetkan penyerapan jagung hingga 1 juta ton tahun ini dengan perkiraan alokasi anggaran mencapai Rp5,5 triliun.
Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga di tingkat produsen sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku pakan ternak secara nasional.
Editor : Hany Akasah