Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji RI, Bulog Ekspor 2.280 Ton Beras Premium ke Arab Saudi

Nofilawati Anisa • Senin, 9 Februari 2026 | 15:12 WIB
ILUSTRASI: Bulog akan mengekspor beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton untuk keperluan jemaah haji Indonesia di musim haji tahun 2026 ini.
ILUSTRASI: Bulog akan mengekspor beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton untuk keperluan jemaah haji Indonesia di musim haji tahun 2026 ini.

RADAR SURABAYA BISNIS - Bulog akan mengekspor 2.280 ton beras premium dengan tingkat patah 5 persen untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah menyetujui penggunaan beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia pada tahun ini.

Menteri yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan, keputusan tersebut diambil seiring dengan penguatan integrasi logistik penyelenggaraan ibadah haji dan meningkatnya surplus beras dalam negeri.

“Jadi kita tadi semua mendukung penuh, memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi,” kata Zulhas seusai rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Pemerintah juga memastikan dukungan lintas kementerian dan lembaga guna memperlancar proses ekspor beras tersebut ke Arab Saudi.

Zulhas menjelaskan, preferensi jemaah haji Indonesia menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.

Menurutnya, jemaah lebih menyukai beras lokal yang pulen dibandingkan beras impor yang cenderung pera.

“Karena jamaah lebih suka beras kita kan pulen. Kalau biasanya pakai beras mati, istilahnya kan pera. Orang Indonesia kurang suka biasanya. Sukanya tuh yang pulen. Nah kalau beras pulen tuh agak mahal,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, ekspor beras ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pimpinan agar seluruh jemaah haji Indonesia menggunakan beras produksi dalam negeri.

“Sesuai dengan perintah dari pimpinan, yang mana haji tahun 2026 ini diperintahkan wajib menggunakan beras nasional, berasnya Indonesia. Yang selama ini jemaah haji Itu menggunakan beras dari Vietnam dan Thailand,” kata Rizal ditemui usai rakortas.

Nantinya, beras tersebut akan dikirim sesuai permintaan awal sebesar 2.280 ton, meski Bulog menyiapkan cadangan hingga 3.000 ton.

Rizal juga menegaskan volume ekspor tersebut tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri, karena stok beras nasional masih mencukupi, yakni mencapai 4 juta ton sepanjang 2026.

Rizal menjelaskan, penggunaan beras untuk jemaah haji ini juga didorong oleh faktor preferensi rasa dan kondisi jemaah haji Indonesia yang mayoritas merupakan jemaah reguler.

Adapun, Bulog menyiapkan beras dengan spesifikasi khusus sesuai permintaan buyer di Arab Saudi, yakni beras premium dengan tingkat patah hanya 5 persen dan kadar air maksimal 14 persen.

“Kalau premium Indonesia kan pecahannya 15 persen, betul nggak? Nah ini pecahan khusus untuk ke Saudi diminta standarnya 5 persen, kadar airnya 14 persen atau bahkan di bawah 14 persen, dan ini beras-beras yang pulen,” ujarnya.

Selain itu, Bulog memastikan gabah yang digunakan untuk jemaah haji 2026 merupakan gabah baru hasil panen tahun berjalan yang langsung diolah menggunakan fasilitas penggilingan modern milik Wilmar. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#menko bidang pangan #ekspor beras #beras premium #indonesia ekspor beras premium ke arab saudi #bulog #Musim Haji 2026 #zulkifli hasan #arab saudi