Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Transaksi Belanja Nasional 2025 Rp 393,78 Triliun, Berikut Rinciannya

Nofilawati Anisa • Jumat, 6 Februari 2026 | 16:22 WIB
ILUSTRASI: Sejumlah program belanja nasional yang digelar pemerintah terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di 2025.
ILUSTRASI: Sejumlah program belanja nasional yang digelar pemerintah terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di 2025.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat total transaksi dari rangkaian program Belanja Nasional 2025 adalah sebesar Rp 393,78 triliun.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, transaksi terbesar dicatatkan momen Friday Mubarak pada periode akhir Februari hingga Maret 2025.

“Kita melihat bahwa pertama, mulai dari Friday Mubarak yang juga transaksinya cukup tinggi sebesar Rp 72,3 triliun. Kemudian juga disusul Holiday Sale dengan transaksi Rp 69,2 triliun, lalu Epic Sale mencapai target senilai Rp 54,88 triliun,” menteri yang akrab disapa Busan, Jumat (6/2/2026).

Ia mengatakan, beberapa program belanja lainnya pada tahun lalu juga menunjukkan tren yang cukup baik.

Terutama pada momentum tertentu seperti Merdeka Madness yang mencatat transaksi Rp 44 triliun, Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas Rp 36,4 triliun, dan BINA Diskon Lebaran Rp 32,7 triliun.

Lebih lanjut, ada juga BINA Indonesia Great Sale dengan nilai transaksi Rp 31 triliun, BINA-HBD Indonesia Rp 30 triliun, dan Indonesia Shopping Festival Rp 23,3 triliun.

“Momentum seperti Harbolnas dan Diskon Lebaran ini membuktikan bahwa pasar di dalam negeri ini cukup sehat dan terjaga,” ujar Busan.

Ia menilai, penyelenggaraan program-program belanja tidak hanya untuk mendorong daya beli dan konsumsi masyarakat, tapi sekaligus untuk mengakselerasi produk-produk dalam negeri khususnya produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) naik kelas.

Kemendag mencatat bahwa sepanjang 2025, sebanyak 38.356 UMKM telah terfasilitiasi, dengan total potensi transaksi sebesar Rp 170,6 miliar.

Untuk itu, program-program belanja di sejumlah momentum penting perayaan di Indonesia pun dinilai perlu untuk dijalankan secara berkelanjutan oleh para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah hingga asosiasi pengusaha dan peritel.

“Seperti nanti misalnya (momentum) Lebaran, kami sudah berkomunikasi dengan Hippindo (Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia) untuk memulainya dalam waktu dekat,” ujar Busan. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#budi santoso #Friday Mubarak #Busan #tahun 2025 #Holiday Sale 2025 #belanja nasional #kementerian perdagangan #kemendag