Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemerintah Siapkan Rp94 Triliun Bentuk BUMN Tekstil, Targetkan Ekspor Naik 10 Kali Lipat

Hany Akasah • Jumat, 6 Februari 2026 | 08:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam acara World Engineering Day 2026 di Jakarta terkait revitalisasi industri tekstil nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam acara World Engineering Day 2026 di Jakarta terkait revitalisasi industri tekstil nasional.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan rencana strategis untuk membangkitkan kembali (reborn) industri tekstil nasional. 

Langkah utama yang diambil adalah pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang khusus bergerak di sektor tekstil dan garmen.

Rencana ini merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kebijakan tarif Amerika Serikat serta upaya memperkuat kemandirian industri dalam negeri.

Fokus pada Sektor Midstream

Airlangga menjelaskan bahwa titik berat revitalisasi ini terletak pada penguatan sektor midstream atau industri menengah. 

Selama ini, rantai produksi antara hulu dan hilir dinilai sering terputus, maka dari itu perlu adanya penguatan di rantai sektor industri.

"Kita akan reborn industri di midstream, terutama sektor tengah. Pembuatan kain, benang, cetak, dyeing, dan finishing. Karena selama ini hulu dan tengahnya agak terpotong," ujar Airlangga dalam agenda The World Engineering Day for Sustainable Development 2026 di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Suntikan Dana 6 Miliar Dolar AS

Untuk merealisasikan BUMN raksasa ini, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dikabarkan tengah menyiapkan dana fantastis sebesar 6 miliar dolar AS atau setara kurang lebih Rp94,6 triliun (asumsi kurs Rp15.700).

Dana tersebut dialokasikan untuk tiga fokus utama, yakni pengadaan barang modal (mesin dan infrastruktur), penerapan teknologi manufaktur terbaru dan peningkatan kapasitas ekspor secara masif.

Target Ambisius: Ekspor 40 Miliar Dolar AS

Pemerintah telah menyusun peta jalan (roadmap) untuk membawa industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) naik kelas. 

Targetnya tidak main-main, yakni meningkatkan nilai ekspor dari saat ini yang berada di angka 4 miliar dolar AS menjadi 40 miliar dolar AS dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

"Ini kita dorong karena industri ini menjadi high fashion, menjadi lifestyle, dan terus tumbuh," tambah Airlangga.

Selain pasar domestik, pemerintah membidik peluang besar di pasar Eropa. Pada tahun 2027, diperkirakan bea masuk ke Eropa akan mencapai 0%, yang menjadi momentum emas bagi produk tekstil Indonesia untuk bersaing secara global.

Editor : Hany Akasah
#menko perekonomian #sektor industri #bumn #airlangga hartarto #tekstil