RADAR SURABAYA BISNIS – Industri kosmetik di awal tahun 2026 terus menunjukkan tren pertumbuhan yang dinamis, khususnya pada kategori produk pemulas bibir.
Persaingan antara jenis matte dan glossy tetap menjadi poros utama strategi pemasaran berbagai jenama kecantikan untuk memikat hati konsumen dalam aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan analisis tren pasar terkini, kedua jenis lipstik ini memiliki segmentasi konsumen yang loyal berkat karakteristiknya yang kontras.
Lipstik matte tetap merajai segmen konsumen yang memprioritaskan durabilitas.
Dengan hasil akhir yang tidak mengilap dan pigmentasi yang tegas, produk ini menjadi andalan bagi pekerja profesional yang membutuhkan riasan awet dari pagi hingga malam tanpa perlu diaplikasikan ulang (retouch).
Di sisi lain, tren "Healthy Look" memicu lonjakan permintaan pada lipstik glossy.
Produk ini menawarkan efek kilau yang memberikan kesan bibir lebih penuh dan segar.
Meskipun memiliki daya tahan yang lebih rendah dibandingkan matte, teksturnya yang lembap menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang mengedepankan kenyamanan dan kesehatan bibir.
Menghadapi preferensi konsumen yang beragam, pelaku bisnis kecantikan kini mulai mengedukasi pelanggan mengenai penggunaan produk berdasarkan kebutuhan fungsional.
Lipstik matte direkomendasikan untuk acara formal dan durasi panjang, sementara glossy lebih diarahkan untuk tampilan kasual harian.
Selain perbedaan tekstur, pemilihan palet warna juga menjadi kunci penentu volume penjualan.
Tren tahun ini menunjukkan warna nude dan pink lembut sangat diminati pemilik kulit terang, sedangkan warna merah tua dan ungu tetap stabil di pasar pemilik kulit gelap.
Pertumbuhan pasar ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan inovasi teknologi kecantikan yang mampu memadukan ketahanan formula matte dengan kenyamanan tekstur glossy.
Editor : Hany Akasah