RADAR SURABAYA BISNIS - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bakal mengajukan insentif fiskal kepada pemerintah guna meningkatkan produksi minyak di dalam negeri tahun ini.
Direktur Manajemen Risiko PHE Whisnu Bahriansyah mengatakan, insentif fiskal dibutuhkan guna mendorong produksi.
Dia mengatakan, target produksi minyak 2026 mencapai 595.000 barel per hari (bph).
Target tersebut lebih tinggi dari realisasi produksi minyak PHE pada 2025 yang mencapai 557.000 bph.
"Kami tetap mohon dukungan pemerintah, SKK Migas, kami akan mengajukan fiskal insentif lagi yang tujuannya meningkatkan keekonomian lapangan yang tua dengan ultimate target meningkatkan produksi migas," kata Whisnu dalam acara DETalk yang disiarkan secara daring, Rabu (4/2/2026).
Dia menuturkan, pada tahun ini, PHE bakal melakukan sejumlah upaya untuk mengerek produksi minyak tersebut.
Upaya itu seperti mengelola decline rate crude -24 persen dan gas -16 persen melalui pengeboran 800 sumur pengembangan, enhanced oil recovery (EOR), hingga pemanfaatan teknologi.
Di samping itu, PHE juga menggalakkan eksplorasi melalui seismik 2D 904 km, 3D 1.660 km2, dan 16 bor eksplorasi.
Sepanjang 2025, PHE mencatatkan produksi migas sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMboepd), yang terbagi atas minyak sebesar 557.000 bph dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (Bscfd).
Capaian ini menegaskan peran strategis PHE dalam menjaga pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan dan tantangan global sektor energi.
Selain kinerja produksi, aktivitas operasi PHE sepanjang 2025 juga menunjukkan capaian yang solid.
Sebelumnya, Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y. Nasroen mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam mengelola operasi hulu migas secara efisien dan berkelanjutan.
“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan energi nasional. Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi,” ujar Hermansyah, Senin (2/2/2026).
Adapun, PHE merealisasikan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta kegiatan well service sebanyak 37.259 pekerjaan.
Di sisi eksplorasi, dilakukan pula survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, serta pemboran eksplorasi sebanyak 20 sumur untuk mendukung keberlanjutan cadangan migas.
PHE juga mencatatkan kinerja signifikan dalam penguatan sumber daya dan cadangan migas.
Penemuan sumber daya migas kategori 2C mencapai 1.097 juta barel setara minyak (MMboe), dengan kontribusi terbesar dari sumur Migas Non-Konvensional (MNK) di area Aman Trough di Wilayah Kerja (WK) Rokan.
Sementara itu, penambahan cadangan terbukti (P1) tercatat sebesar 313,7 juta barel setara minyak (MMboe). (ara/opi)
Baca Juga: Kendrick Lamar dan Bad Bunny Kuasai Grammy 2026, Bukti Genre Rap dan Latin Jadi Mesin Uang Baru
Kinerja PHE
*Target 2026 mencapai 595.000 bph
*Realisasi 2025 di 557.000 bph
*Produksi migas 2026 di 1,03 juta MMboepd
*Rincian:
1. Minyak sebesar 557.000 bph
2. Gas bumi sebesar 2,76 miliar Bscfd
*Upaya kerek produksi:
1. Ajukan insentif fiscal
2. Pengeboran 800 sumur pengembangan
3. Enhanced oil recovery (EOR)
4. Pemanfaatan teknologi
5. Galakkan eksplorasi
Sumber: Diolah
Editor : Nofilawati Anisa