RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Pertanian (Kementan) mengeklaim ketersediaan dan harga daging sapi atau kerbau masih aman jelang Ramadan yang akan jatuh di bulan ini.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda mengatakan, kebutuhan sapi bakalan maupun daging sapi telah dihitung dan dinilai mencukupi, baik dari pasokan lokal maupun impor.
"Tidak ada (alasan harga naik) karena kita sudah menghitung ketersediaan sapi kita. Sapi bakalan kita, baik yang impor maupun lokal, tercukupi. Kita hitung kebutuhannya juga cukup. Jadi tidak ada alasan untuk menaikan harga sapi bakalan maupun daging sapinya di Ramadan ini," kata Agung dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan, pemerintah telah menetapkan kuota impor sapi atau kerbau bakalan tahun 2026 sebanyak 700 ribu ekor yang diberikan kepada pelaku usaha swasta.
Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya dan telah ditetapkan sejak akhir 2025.
Kuota impor tersebut diperkirakan setara dengan 189,7 ribu ton daging sapi atau kerbau.
Selain itu, pemerintah juga memberikan alokasi impor daging lembu sebanyak 30 ribu ton untuk pelaku usaha swasta.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, total pasokan ketersediaan daging sapi atau kerbau pada periode Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 185,4 ribu ton.
Terdiri dari stok awal 41,6 ribu ton, produksi dan pemotongan sapi atau kerbau 125,2 ribu ton, serta impor daging beku 18,5 ribu ton.
Sementara konsumsi nasional diproyeksikan sebesar 179 ribu ton. (blo/opi)
Editor : Nofilawati Anisa