RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengumumkan langkah strategis pemerintah dalam merombak fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia.
Tidak lagi sekadar tempat pelatihan teknis, BLK kini bertransformasi menjadi Klinik Produktivitas, Talent and Innovation Hub (TIH), dan Inkubator Bisnis.
Langkah ini diambil guna memastikan lulusan pelatihan tidak hanya siap kerja sebagai buruh atau karyawan, tetapi juga mampu membangun ekosistem wirausaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui Inkubator Bisnis
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/2/2026), Menaker Yassierli menekankan bahwa peran BLK sebagai inkubator bisnis akan fokus pada pendampingan menyeluruh bagi calon wirausahawan.
"Yang mau mulai wirausaha akan dicarikan ide bisnisnya apa, siapa kompetitornya, model bisnisnya, strategi pengembangan bisnisnya, dan pemasarannya," ujar Yassierli.
Program ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi persoalan pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sinergi Akademisi dan Fokus pada 'Green Jobs'
Untuk merealisasikan transformasi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng kalangan akademisi dan dunia kampus.
Kolaborasi ini bertujuan agar kurikulum yang diajarkan di BLK selalu selaras (link and match) dengan kebutuhan industri terkini dan tren pasar global.
Beberapa sektor unggulan yang menjadi fokus pelatihan antara lain green jobs, smart creative IT skills dan smart operation.
Fokus pelatihan untuk pekerjaan ramah lingkungan guna mendukung ekonomi berkelanjutan akan dikembangkan keterampilannya secara digital dan kreatif untuk mengoptimalkan operasional industri berbasis teknologi.
Inklusivitas dan Efisiensi Manajemen
Selain fokus pada bisnis dan teknologi, transformasi ini juga mengusung misi sosial yang kuat.
BLK akan diperkuat sebagai pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas dan pusat peningkatan produktivitas bagi pelaku UMKM yang sudah berjalan.
Di sisi internal, Menaker Yassierli mengakui adanya tantangan besar yang perlu dibenahi. Ia akan melakukan efisiensi biaya guna mengoptimalisasi anggaran agar dampak pelatihan lebih luas.
Dalam tahap rekrutmen dipastikan proses penerimaan peserta pelatihan berjalan adil.
Disamping itu, guna membangun sistem data lulusan yang akurat, Kemnaker akan memantau sejauh mana penyerapan tenaga kerja dan keberhasilan wirausaha baru.
Baca Juga: Perkuat Properti di Jawa Timur, Jambuluwuk Bangun Resort dan Poshtel Mewah di Kaki Gunung Bromo
"Optimalisasi BLK ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas agar lebih efisien dalam menjawab tantangan pengangguran," pungkasnya.
Editor : Hany Akasah