Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Terapkan Zero Waste to Landfill, PT Suparma Tbk Perkuat Peran Industri Berkelanjutan

Moh. Afik • Jumat, 30 Januari 2026 | 09:12 WIB
PRESTASI: Edward Sopanan, CEO PT Suparma Tbk (tiga dari kanan), Direksi Perseroan, Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto (dua dari kiri) dan Director Control Union (kiri) foto bersama.
PRESTASI: Edward Sopanan, CEO PT Suparma Tbk (tiga dari kanan), Direksi Perseroan, Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto (dua dari kiri) dan Director Control Union (kiri) foto bersama.

RADAR SURABAYA BISNIS - Komitmen PT Suparma Tbk terhadap pengelolaan limbah industri berkelanjutan tidak perlu diragukan.

Bahkan produsen kertas dan tisu tersebut resmi menjadi perusahaan manufaktur pertama di Indonesia yang meraih Sertifikasi Zero Waste to Landfill dari lembaga sertifikasi internasional Control Union.

Sertifikasi bertajuk “Zero Waste to Landfill: Turning Commitment into Impact” diserahkan oleh Director PT PCU Indonesia (Control Union Indonesia) Gayan Wejesiriwardana kepada CEO PT Suparma Tbk Edward Sopanan di kantor perusahaan, Surabaya, Kamis (29/1/2026).

“Capaian ini menunjukan PT Suparma Tbk menerapkan seluruh proses produksi berjalan dengan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab,” kata Edward usai menerima Sertifikat Zero Waste to Landfill dari Control Union, Kamis (29/1/2026).

Dijelaskan, sertifikasi tersebut merupakan hasil perjalanan panjang perusahaan dalam membangun sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi.

Menurutnya, tantangan persoalan sampah di Indonesia membutuhkan kontribusi nyata dari sektor industri.

“Kami bangga menjadi perusahaan manufaktur pertama di Indonesia yang memperoleh Sertifikasi Zero Waste to Landfill. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjadi bagian dari solusi atas permasalahan lingkungan,” imbuh Edward.

Melalui program Zero Waste to Landfill, PT Suparma Tbk berhasil memastikan 99,95 persen limbah padat produksi tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Limbah dikelola melalui proses daur ulang, pemanfaatan kembali, serta penerapan teknologi ramah lingkungan.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi ekonomi sirkular sekaligus penguatan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam perusahaan.

Limbah tidak lagi dipandang sebagai sisa produksi, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah.

“Saat ini, limbah internal perusahaan meliputi limbah Faba (fly ash dan bottom ash) sekitar 40 ton per hari, limbah plastik 20 ton per hari, serta limbah organik 300 kilogram per hari. Seluruh limbah tersebut dikelola secara internal tanpa dibuang ke luar maupun ke TPA,” ungkapnya.

Edward menjelaskan, implementasi Zero Waste to Landfill telah dimulai sejak 2020 dan dipercepat pada 2024.

Limbah Faba dimanfaatkan oleh sister company menjadi berbagai produk seperti paving, batako, genteng, pot bunga, hingga bata ringan.

Sementara limbah plastik dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk kebutuhan internal.

“Semua hasil produksi recycle dimanfaat di internal perusahaan. Namun tidak menutup kemungkinan kedepan akan dikembangkan secara komersial dan dipasarkan keluar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto mengapresiasi hasil kerja kerasa PT Suparma Tbk.

Ia menilai keberhasilan ini menjadikan Surabaya sebagai pionir penerapan Zero Waste to Landfill di sektor manufaktur.

Saat ini Surabaya telah memiliki fasilitas Waste-to-Energy di TPA Benowo dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari, volume sampah harian yang masuk masih mencapai sekitar 1.800 ton.

“Kami berharap langkah yanag telah dicapai PT Suparma Tbk dapat diikuti industri lainnya sehingga beban TPA bisa berkurang. Dukungan sektor industri dinilai krusial dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutup Dedik.

Sebagai Indonesia’s Sustainable Paper Company, PT Suparma Tbk berkomitmen memproduksi kertas dan tisu berkualitas tinggi dengan proses yang ramah lingkungan serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan industri nasional. (fix)

Editor : Nofilawati Anisa
#Dedik Irianto #pengelolaan limbah #limbah industri #Dinas Lingkungan Hidup surabaya #pabrik kertas #PT Suparma Tbk #berkelanjutan