Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Genjot Ekonomi Nasional, Kemenhaj Targetkan Putar Balik Dana Haji Rp18 Triliun lewat Ekspor Produk UMKM

Hany Akasah • Rabu, 28 Januari 2026 | 08:39 WIB
Dirjen PE2HU Kemenhaj Prof. Dr. Jaenal Effendi memberikan keterangan pers tentang ekspor produk UMKM dan optimalisasi dana haji 18 triliun di Jakarta.
Dirjen PE2HU Kemenhaj Prof. Dr. Jaenal Effendi memberikan keterangan pers tentang ekspor produk UMKM dan optimalisasi dana haji 18 triliun di Jakarta.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) mulai melakukan langkah agresif untuk memperkuat ekonomi nasional.

Pemerintah menargetkan perputaran dana jemaah haji yang mencapai Rp18 triliun dapat mengalir kembali ke tanah air melalui ekspor produk lokal dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Prof. Dr. Jaenal Effendi, menegaskan bahwa selama ini potensi ekonomi besar dari penyelenggaraan haji lebih banyak dinikmati oleh negara lain.

Baca Juga: KCI Segera Kedatangan 12 Kereta Baru Produksi Inka

Melalui kebijakan baru di musim haji 2026 (1447 H), pemerintah ingin memastikan UMKM Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai pasok konsumsi jemaah.

"Harapannya dana haji ini tidak sekadar masuk ke Arab Saudi saja, tapi juga bisa dirasakan masyarakat Indonesia melalui produk dan layanan UMKM. Kita beri kesempatan UMKM untuk melakukan ekspor ke Saudi," ujar Jaenal Effendi dalam keterangannya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Harga Bawang Putih Naik di 208 Wilayah, Berikut Lima Daerah dengan Harga Tertinggi

Ekspor Bumbu Nusantara dan Jutaan Paket Makanan Siap Saji

Salah satu fokus utama tahun ini adalah pengiriman lebih dari 400 ton bumbu otentik Indonesia dan 3,9 juta paket makanan siap saji (ready-to-eat/RTE). Produk ini disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah, terutama saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Untuk menjamin standar kualitas, sebanyak 10 perusahaan bumbu dan 10 produsen makanan siap saji telah mengantongi izin dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Nilai ekonomi dari pengadaan bumbu saja diperkirakan mencapai Rp63 miliar, sementara sektor RTE berpotensi menciptakan perputaran ekonomi dalam skala jutaan riyal.

Baca Juga: Purbaya ‘Bersih-Bersih’ di Lima Pelabuhan, Pegawai DJBC Harus Siap-Siap Dirumahkan

Terobosan Ekspor Beras Nasional

Selain bumbu, pemerintah sedang memfinalisasi rencana besar untuk mengekspor beras Indonesia guna memenuhi kebutuhan jemaah haji.

Memanfaatkan momentum surplus panen raya nasional sebesar 2 juta ton, beras pulen asal Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan produk dari Thailand dan Vietnam yang selama ini mendominasi pasar Arab Saudi.

"Sudah saatnya kita melakukan ekspor ini untuk 'pecah telur' di Arab Saudi. Syukur-syukur nanti bisa berkelanjutan untuk umrah. Kami ingin jemaah kita merasakan beras dari Indonesia yang pulen dan enak," tambah Jaenal.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Signifikan Dukung Pembangunan Daerah, Setor PBBKB Rp 4,3 Triliun

Digitalisasi Oleh-Oleh dan Ekspansi ke Hotel Jemaah

Kemenhaj juga melakukan inovasi dengan mengembangkan platform digital oleh-oleh haji. Inovasi ini memungkinkan jemaah membeli produk UMKM unggulan seperti kurma dari pasuruan dan lombok utara, tasbih dari jepara, cokelat asal garut, dan aneka kerajinan dan makanan khas daerah.

Sistem ini dirancang agar barang yang dibeli jemaah bisa langsung dikirim ke alamat rumah masing-masing di Indonesia, sehingga jemaah tidak perlu repot dengan bagasi berlebih.

Selain platform digital, pemerintah juga menyiapkan tenan UMKM di lobi 280 hotel jemaah di Mekkah dan Madinah sebagai ruang layanan produk khas Nusantara.

Baca Juga: Tembus Pasar Hollywood, Industri Bulu Mata RI Kini Masuk Daftar Penerima Kredit KIPK 2026

Penguatan Tata Kelola Ekosistem

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, Ditjen PE2HU membentuk tiga fungsi utama: pengendalian keuangan haji, pengendalian kemitraan, dan pengendalian standardisasi produk.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh layanan berjalan tertib, akuntabel, dan berkelanjutan.

Platform ekosistem ekonomi haji ini ditargetkan dapat diluncurkan pada awal Februari 2026 sebagai sarana business matching dan integrasi layanan haji berbasis ekonomi nasional.

Editor : Hany Akasah
#umkm indonesia #Kemenhaj #ekspor produk lokal #Haji 2026 #umkm #haji