RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga bawang putih mulai mengalami tren kenaikan di sejumlah daerah.
Hingga minggu keempat Januari 2026, sebanyak 208 kabupaten/kota di Tanah Air mengalami kenaikan harga meskipun secara indeks perkembangan harga (IPH) belum terlalu tinggi.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, harga bawang putih secara nasional pada minggu keempat Januari 2026 berada di atas harga acuan penjualan (HAP). Harga bawang putih hingga akhir Januari naik 2 persen dibanding Desember 2025.
“Sehingga di minggu keempat bulan Januari 2026 ini, ada 208 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga bawang putih” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Inflasi Daerah secara daring, Selasa (27/1/2026).
Dia menjelaskan harga bawang putih pada Desember 2025 di level Rp 39.030 per kilogram (kg).
Angka ini meningkat pada Januari 2026 akhir mencapai Rp 39.810 per kg.
“Jadi ada sudah mulai naik dari sejak Desember sudah terlihat tanda-tanda adanya tren kenaikan harga bawang putih,” tutur Amalia.
Dalam paparannya, kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga tertinggi yakni di Kabupaten Natuna, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Lombok Tengah, dan sebagainya.
Berdasarkan catatan BPS, harga bawang putih tertinggi tembus Rp 100.000 per kg dan terendah Rp 25.528 per kg.
Senada, Kantor Staf Presiden (KSP) juga menyoroti harga bawang putih di tingkat nasional dalam kategori tidak aman.
Hal ini berbeda dengan komoditas hortikultura lain yang mulai terkoreksi.
“Pemantauan harga bawang putih tingkat nasional menunjukkan kondisi tidak aman. Harga bawang putih justru masih mengalami kenaikan bulanan ini menunjukan tekanan harga yang belum merata,” kata Pelaksana Tugas Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan KSP Popy Rufaidah dalam kesempatan yang sama.
Popy menilai kondisi tersebut mencerminkan ketergantungan terhadap impor bawang putih.
Menurut catatan KSP, harga bawang putih menyentuh Rp 42.900 per kg, sementara HAP berada di Rp 38.000 per kg.
Di sisi lain, KSP juga menyebut disparitas harga bawang putih di daerah masih tinggi yakni sebesar 24,31 persen.
“Menunjukkan tekanan harga bersifat struktural dan tidak merata sama seperti minggu-minggu sebelumnya terjadi dan ini butuh pengawalan untuk pengendalian harga di daerah, melancarkan distribusi dan stabilisasi pasokan,” terang Popy.
Data Panel Harga Badan Pangan Nasional menyebutkan, harga rerata nasional bawang putih bonggol di tingkat konsumen mencapai Rp 37.971 per kg atau masih berada di rentang HAP.
Akan tetapi, harganya di Indonesia Timur tembus Rp 46.923 per kg atau naik 17,31 persen dari HAP. (erg/opi)
Harga Bawang Merah pada Januari
*Naik di 208 kabupaten/kota
*Di Atas HAP
*Harga tertinggi Rp 100.000
*Harga terendah Rp 25.528
*Naik 2 persen dibanding Desember 2025
*Harga di Desember 2025 Rp 39.030
*Harga di Januari 2026 Rp 39.810
*Daerah dengan kenaikan tertinggi:
1. Kabupaten Natuna
2. Kabupaten Halmahera Selatan
3. Kabupaten Flores Timur
4. Kabupaten Rote Ndao
5. Kabupaten Lombok Tengah
Sumber: Diolah
Editor : Nofilawati Anisa