RADAR SURABAYA (Menaker) Yassierli melaporkan perkembangan signifikan terkait Program Magang Nasional angkatan pertama dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Menaker Yassierli menjelaskan bahwa dari program pemagangan ini telah berhasil mencapai target kuota yang ditentukan yakni 100.000 peserta pemagangan.
Meskipun dinilai berjalan lancar, pemerintah kini tengah bersiap melakukan evaluasi menyeluruh seiring dengan berjalannya program yang telah memasuki bulan kelima.
Dalam laporannya, Yassierli mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme dan ketercapaian target peserta. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan (skill gap) bagi lulusan perguruan tinggi agar lebih siap masuk ke dunia kerja.
"Alhamdulillah angkatan pertama Magang, 100.000 orang, kita sudah fasilitasi dan sekarang sedang berjalan," ujar Yassierli di hadapan anggota dewan.
Menariknya, Yassierli juga mencatat adanya fenomena positif di mana sejumlah peserta memutuskan untuk mengundurkan diri sebelum masa magang berakhir.
Ini dikarenakan para peserta tersebut telah mendapatkan pekerjaan tetap saat masa magang peserta tersebut masih berlangsung.
Meski mencapai target secara kuantitatif, Menaker menekankan bahwa aspek kualitas dan tata kelola tetap menjadi prioritas utama.
Pemerintah tidak ingin sekadar mengejar angka, tetapi juga memastikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
"Kami sadar, banyak hal yang terus dan perlu kami perkuat, terkait dengan tata kelola dan seterusnya. Insya Allah ini kami terus perbaiki untuk memastikan kualitas dan akuntabilitas dari pelaksanaan program," tegasnya.
Berdasarkan monitoring sementara, program ini diklaim memberikan dampak signifikan, terutama dalam mengasah keterampilan praktis lulusan perguruan tinggi yang seringkali menjadi kendala saat memasuki industri.
Memasuki bulan kelima pelaksanaan, Kemnaker berencana melakukan evaluasi komprehensif.
Hingga saat ini, evaluasi yang dilakukan masih bersifat kualitatif berdasarkan peninjauan lapangan secara berkala.
"Kami berencana, sesudah 4 bulan atau mendekati bulannya ke-5, kita akan lakukan evaluasi secara komprehensif. Saat ini baru evaluasi-evaluasi kualitatif sesuai dengan peninjauan yang kami lakukan," tambah Yassierli.
Menaker juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Presiden RI, DPR RI, hingga perusahaan-perusahaan penyelenggara magang yang telah memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan program strategis nasional ini.
Editor : Hany Akasah