Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jadi Magnet Pemilik Cuan, Kawasan Industri Tarik Investasi Rp 6.744 Triliun

Nofilawati Anisa • Rabu, 21 Januari 2026 | 14:50 WIB
ALAT TRANSPORTASI: Pelabuhan menjadi salah satu fasilitas yang dibutuhkan oleh sebuah kawasan industri.
ALAT TRANSPORTASI: Pelabuhan menjadi salah satu fasilitas yang dibutuhkan oleh sebuah kawasan industri.

RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan kawasan industri di Indonesia telah menjadi magnet utama investasi industri nasional.

Dengan total investasi yang berhasil ditarik mencapai Rp 6.744 triliun.

Capaian tersebut didukung oleh pertumbuhan jumlah kawasan industri dan penguatan perannya dalam ekosistem industri nasional.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), hingga saat ini tercatat sebanyak 175 kawasan industri telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dengan total luas mencapai 98.235 hektare.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah kawasan industri tumbuh 57 kawasan atau meningkat sebesar 48,3 persen.

Kawasan industri tersebut menaungi hampir 12.000 penyewa atau perusahaan industri dan mampu menyerap sekitar 2,4 juta tenaga kerja.

“Kawasan industri tidak lagi kami anggap semata-mata hanya sebagai penyedia lahan tetapi juga kawasan industri ditransformasikan menjadi ekosistem industri terpadu yang berperan sebagai akselerator industrialisasi peningkatan nilai tambah serta perluasan serapan kerja termasuk di dalamnya mendukung program hilirisasi industri nasional,” kata Agus dikutip, Rabu (21/1/2026).

Agus menegaskan, daya tarik investasi tersebut tidak terlepas dari transformasi peran kawasan industri yang kini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia lahan.

Secara makro, kontribusi kawasan industri terhadap perekonomian nasional juga tercatat signifikan.

“Kawasan industri memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 9,44 persen pada triwulan ketiga 2025 dan ini menunjukkan bahwa kawasan industri merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang besar kontribusinya” ungkapnya.

Sebelumnya, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk mendorong realisasi RPJMN dan PSN di Indonesia.

Hal ini dalam rangka memperkuat implementasi agenda pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Inisiatif tersebut digaungkan HKI bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ESDM, dan Kementerian/Lembaga Terkait Lainnya

Pembentukan tim ini merupakan langkah strategis untuk memastikan akselerasi realisasi investasi, percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Serta pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

Tim Percepatan dimaksudkan sebagai mekanisme koordinasi lintas sektor yang bersifat operasional dan solutif.

Guna mengurai berbagai hambatan struktural dalam pengembangan industri nasional, antara lain terkait perizinan, kepastian regulasi, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, penyediaan energi, kesiapan infrastruktur, serta penataan ruang dan lahan industri.

HKI menegaskan bahwa kawasan industri merupakan episentrum transformasi ekonomi nasional, tempat di mana investasi diwujudkan menjadi kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, dan penguatan daya saing bangsa. (uta/opi)

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing Hari Ini, Rabu, 21 Januari 2026

Tentang Kawasan Industri (KI) Indonesia

*Tarik investasi Rp 6.744 triliun
*Kontribusi ke PDB 9,44 persen

*Faktor pendukung:
1. Pertumbuhan jumlah KI
2. Penguatan peran KI
3. Ekosistem industri nasional

*Jumlah 175 KI
*Luas lahan KI 98.235 hektare
*Lima tahun terakhir tambah 57 KI
*Menaungi 12.000 penyewa
*Menyerap 2,4 juta tenaga kerja

Sumber: Diolah

 

Editor : Nofilawati Anisa
#industrialisasi #menteri perindustrian #Agus Gumiwang Kartarsasmita #kawasan industri #industri nasional #akselerator #investasi