RADAR SURABAYA BISNIS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang signifikan.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, memproyeksikan program ini mampu menyerap hingga 2,25 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.
"Sekitar 2,25 juta tenaga kerja yaitu dengan potensi 450.000 UMKM supplier di 30.000 dapur MBG terlibat, rata-rata UMKM memperkerjakan 1 sampai 5 orang," ujar Maman, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan data Kementerian UMKM hingga 10 November 2025, tercatat sebanyak 18.614 UMKM telah resmi terlibat sebagai penyuplai dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis.
Keterlibatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan rantai pasok program strategis nasional ini menyentuh lapisan pengusaha akar rumput. I
Selain program MBG, pemerintah juga mencatat realisasi kemitraan rantai pasok sepanjang tahun 2025 telah mencapai angka Rp283,7 miliar dengan melibatkan 3.060 UMKM yang berkolaborasi dengan usaha besar dan BUMN.
Selain fokus pada rantai pasok pangan, Kementerian UMKM terus mendorong penguatan fasilitas bagi pelaku usaha melalui alokasi Infrastruktur Publik (IP).
Sesuai komitmen kebijakan, sebesar 30 persen area komersial di infrastruktur publik seperti bandara, pelabuhan, stasiun, hingga rest area wajib dialokasikan untuk UMKM.
Saat ini, terdapat 406 unit IP dengan total area komersial seluas 1,09 juta meter persegi. Dari luas tersebut, pemerintah telah mengalokasikan 471.623 meter persegi khusus bagi UMKM.
Hingga Triwulan III 2025, sebanyak 7.715 UMKM telah memanfaatkan fasilitas tersebut dengan tingkat keterisian mencapai 285.776 meter persegi atau sekitar 60,59 persen.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, pemerintah menyediakan ekosistem pendampingan melalui Entrepreneur Hub. Platform ini dirancang untuk menghubungkan para wirausaha dengan akses pembiayaan dan perizinan, pelatihan dan mentor bisnis berpengalaman dan jaringan kemitraan dengan usaha skala besar.
Hingga saat ini, sebanyak 14.084 wirausaha telah terhubung dalam ekosistem Entrepreneur Hub, di mana 7.980 di antaranya telah terafiliasi langsung dengan berbagai program pengembangan pemerintah.
Langkah terintegrasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi nasional, menjadikan UMKM sebagai tulang punggung yang tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa depan.
Editor : Hany Akasah