Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam Dijual di Atas HAP

Nofilawati Anisa • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:10 WIB
PENJUALAN: Jelang ramadan, daging ayam di sejumlah daerah dijual di atas HAP.
PENJUALAN: Jelang ramadan, daging ayam di sejumlah daerah dijual di atas HAP.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut sejumlah komoditas pangan strategis mulai dari beras, gula pasir, hingga bawang putih merangkak naik menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan.

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra mengatakan, pemantauan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan masih terdapat komoditas yang diperdagangkan di atas harga acuan penjualan (HAP) maupun harga eceran tertinggi (HET).

“Memang ada beberapa komoditas yang masih tercatat mengalami kenaikan di atas harga acuan maupun harga eceran tertinggi,” kata Nawandaru, Senin (19/1/2026).

Selain beras, Nawandaru menyebut, per 15 Januari 2026, gula pasir juga mengalami kenaikan sejak sejak pascatahun baru hingga saat ini.

Dia menilai, kondisi tersebut perlu diwaspadai mengingat dalam waktu kurang dari satu bulan ke depan akan memasuki Ramadan dan Idulfitri 2026, yang berpotensi mendorong peningkatan permintaan dan tekanan lanjutan terhadap harga.

Selain beras dan gula, beberapa komoditas protein hewani juga masih mencatatkan harga di atas acuan, seperti daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Begitu pula dengan bawang merah yang juga masih berada di atas harga acuan.

Untuk bawang putih, Nawandaru mengungkap kenaikan harga terjadi secara bertahap, baik untuk grade A Kating maupun grade B
Honan, dengan pengaruh signifikan dari wilayah Indonesia Timur.

“Untuk grade B juga untuk komoditas bawang putih jenis Honan ini juga mengalami kenaikan meskipun sebenarnya kenaikan secara rata-rata nasional ini dipengaruhi salah satunya adalah kenaikan yang sangat signifikan di kawasan Maluku dan Papua,” terangnya.

Dilaporkan juga bahwa secara rata-rata, harga telur ayam ras terus menunjukkan tren peningkatan sejak Mei 2025.

Sampai dengan pekan ketiga Januari, rata-rata harga telur ayam ras mencapai Rp 32.633 per kilogram atau naik 0,17 persen dibandingkan Desember 2025 di level Rp 32.576 per kilogram.

HAP telur ayam ras ditetapkan sebesar Rp 30.000 per kilogram.

Sementara harga daging ayam ras masih berada di atas HAP, meskipun secara mingguan mengalami penurunan tipis, yakni 0,08 persen dibanding Desember 2025.

Pada pekan ketiga Januari 2026, rata-rata harga daging ayam ras mencapai Rp 40.252 per kilogram.

Harganya masih melampaui HAP Rp 40.000 per kilogram di tingkat konsumen.

Selain itu, harga bawang putih terlihat sudah berada di atas HAP Rp 38.000 per kilogram.

Bahkan sejak November 2025, harga bawang putih menunjukkan tren peningkatan.

Pada pekan ketiga Januari 2026, rerata harganya naik 1,88 persen dibandingkan dengan bulan Desember 2025 menjadi Rp39.763 per kilogram.

Senada, rata-rata harga bawang merah juga melampaui HAP Rp 36.500–Rp 41.500 per kilogram atau kini mencapai Rp 45.930 per kilogram pada pekan ketiga Januari 2026. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#ramadan #pangan #HAP #daging ayam #harga #komoditas #harga acuan penjualan #kementerian perdagangan #kemendag