Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Danantara Bidik Investasi Strategis di WEF 2026, Fokus pada Hilirisasi dan Transisi Energi

Hany Akasah • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:14 WIB
DEBUT INTERNASIONAL: Danantara Indonesia menetapkan tujuan strategis sebagai lembaga pengelola investasi kedaulatan Indonesia dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos.
DEBUT INTERNASIONAL: Danantara Indonesia menetapkan tujuan strategis sebagai lembaga pengelola investasi kedaulatan Indonesia dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi melakukan debut internasionalnya dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. 

Kehadiran lembaga pengelola investasi kedaulatan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis global sekaligus mendorong masuknya investasi berkualitas ke tanah air.

Pada WEF Davos 2026, Indonesia akan kembali menghadirkan pendekatan Indonesia Incorporated melalui sinergi pemerintah, pengelola aset negara, dan dunia usaha. 

Tak hanya Danantara Indonesia, Kehadiran Indonesia Pavilion yang mengangkat tema Indonesia Endless Horizons ini juga melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan KADIN Indonesia. 

Ini merupakan cerminan keseriusan Indonesia dalam menyampaikan narasi terpadu mengenai arah pembangunan dan promosi investasi nasional.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa partisipasi Danantara di Davos merupakan langkah konkret pemerintah dalam membangun ekosistem investasi yang transparan dan akuntabel.

"Partisipasi ini diarahkan untuk membangun kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan global, memobilisasi modal secara selektif, serta mendorong investasi berkualitas yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional," ujar Rosan dalam keterangan resminya, Senin (19/1/2026).

Dalam rangkaian pertemuan di Davos yang berlangsung pada 19-23 Januari 2026, Danantara membawa agenda besar yang selaras dengan transformasi ekonomi nasional. 

Rosan menegaskan bahwa kolaborasi yang dibangun tidak hanya mengejar keuntungan finansial semata, tetapi harus memiliki kontribusi langsung pada kebutuhan riil Indonesia.

Beberapa sektor utama yang menjadi daya tarik utama bagi investor global meliputi penguatan mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan & kesehatan, dan infrastruktur digital. 

Penguatan mineral kritis akan mendukung rantai pasok global baterai kendaraan listrik, diikuti oleh transisi energi untuk mempercepat pencapaian target net zero emission.

Ketahanan pangan & kesehatan akan menjadi investasi pada infrastruktur dasar dan teknologi medis dan infrastruktur digital menjadikan ekonomi berkembang dengan berbasis data untuk populasi muda.

Kehadiran Danantara di WEF 2026 menjadi kian strategis karena bertepatan dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto. Ini merupakan momen bersejarah, mengingat kembalinya Presiden Indonesia ke forum Davos setelah lebih dari satu dekade.

Rosan menjelaskan bahwa Danantara hadir untuk mendampingi agenda kepresidenan dalam meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah mitra yang kredibel dan berorientasi jangka panjang.

"Keberadaan Indonesia di WEF tahun ini mempunyai pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha," tambah Rosan.

Sebagai lembaga yang baru pertama kali hadir di WEF, Danantara memposisikan diri sebagai pemain strategis yang mampu menjembatani modal global dengan proyek-proyek berkelanjutan di pasar berkembang (emerging markets).

Danantara yakin dan optimis dapat menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan dinamika demografi melalui kolaborasi yang transparan yang melalui rangkaian pertemuan dengan pimpinan negara, Sovereign Wealth Fund (SWF) negara lain, hingga lembaga keuangan internasional,

"Kami ingin memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel dan berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan," pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#WEF 2026 Davos #ekonomi #world economic forum #Danantara #investasi