RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga aneka minyak goreng, baik curah, premium, maupun MinyaKita masih menunjukkan tren peningkatan hingga pekan ketiga Januari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa (Disjas) BPS Pudji Ismartini menjelaskan, secara mingguan, jumlah kabupaten atau kota yang mengalami kenaikan harga minyak goreng meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.
“Untuk minyak goreng, jumlah kabupaten atau kota yang mengalami kenaikan harganya meningkat di minggu ketiga Januari 2026, yang sebelumnya ada 100 kabupaten atau kota, di minggu ini ada 107 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH minyak goreng,” kata Pudji dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2026, Senin (19/1).
Pudji menambahkan, meskipun perubahan indeks perkembangan harga (IPH) minyak goreng tergolong rendah, level harga komoditas tersebut masih berada pada tingkat yang tinggi.
BPS mencatat, hingga pekan ketiga Januari 2026, harga minyak goreng masih melanjutkan tren kenaikan.
BPS mencatat, harga minyak goreng sampai dengan pekan ketiga Januari naik 0,18 persen menjadi Rp 19.616 per liter dibanding Desember 2025 di level Rp 19.580 per liter.
Harganya juga mengalami kenaikan IPH di 29,72 persen wilayah di Indonesia.
Secara khusus, untuk minyak goreng kemasan sederhana MinyaKita, BPS mencatat adanya kenaikan harga dibandingkan bulan sebelumnya, atau naik 0,05 persen menjadi Rp 17.417 per liter.
Ini artinya, komoditas tersebut masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.
Berdasarkan data SP2KP per 17 Januari dengan amatan 491 amatan kabupaten atau kota, terdapat 393 kabupaten/kota dengan harga MinyaKita yang melampaui HET.
“Ada 393 kabupaten atau kota yang harga minyak gorengnya di atas HET, dimana 98 (kabupaten atau kota) di antaranya berada di Pulau Jawa dan 295 (kabupaten atau kota) lainnya berada di luar Pulau Jawa,” ujarnya.
Meski demikian, BPS juga mencatat terdapat 98 kabupaten atau kota dengan harga minyak goreng yang berada di bawah atau sama dengan HET.
Secara rinci, 20 kabupaten atau kota di antaranya berada di Pulau Jawa dan sisanya berada di luar Pulau Jawa. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa