Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Mengenal Campuspreneur, Program Kemendag Ajak Mahasiswa Jadi Eksportir

Nofilawati Anisa • Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:57 WIB
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (Busan)
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (Busan)

RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak mahasiswa untuk mengembangkan jiwa wirausaha sejak dini dan berorientasi menjadi eksportir.

Untuk mewujudkan hal itu, Kementerian Perdagangan tahun ini memiliki program “Dari Lokal untuk Global” yang dapat dimanfaatkan para mahasiswa.

Salah satu kegiatan dalam program tersebut adalah Campuspreneur, sebuah inisiatif strategis Kemendag untuk memperkuat kapasitas wirausaha sekaligus membuka akses ke pasar global.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu dari empat klaster kegiatan yang ada dalam program tersebut, sementara ketiga lainnya, yaitu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor); Desa Bisa Ekspor; dan Kemitraan UMKM.

Budi Santoso yang akrab disapa Busan mengatakan hal ini secara daring dalam pembukaan simposium Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (BEM PTMA) bertema “Redefinisi Peran Mahasiswa PTMA: Mengawal Konsolidasi Demokrasi dan Kedulatan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Simposium digelar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026).

“Untuk memunculkan dan melatih jiwa kewirausahaan, Kemendag memiliki program Campusprenuer, yakni sebuah bentuk kerja sama dengan universitas dalam bentuk pelatihan ekspor dan pendampingan desain produk,” ungkap Busan.

Campuspreneur merupakan upaya kerja sama pemerintah dengan institusi pendidikan untuk melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa wirausaha.

Program ini berfokus pada pengembangan produk ekspor, pengembangan pelaku usaha ekspor, dan pengembangan pasar ekspor.

Campuspreneur terbuka untuk umum sehingga tepat untuk dimanfaatkan mahasiswa yang berminat berwirausaha.

Sementara itu, menanggapi pentingnya peran wirausahawan dalam percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, Busan berpendapat, kolaborasi institusi pendidikan dan pemerintah menjadi penting.

Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta merespons tantangan perekonomian global.

“Program pemerintah memiliki kesamaan dengan visi dan misi Muhammadiyah untuk Islam yang berkemajuan,” kata Busan.

Busan juga memaparkan sejumlah program prioritas Kementerian Perdagangan yang membuka ruang bagi kontribusi akademisi dan mahasiswa.

Dalam hal ini, ruang kontribusi bisa melalui program Kemendag ‘Dari Lokal untuk Global’ yang mencakup peningkatan ekspor oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#UMKM Bisa Ekspor #budi santoso #eksportir #mahasiswa #Campuspreneur #menteri perdagangan #wirausaha