Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Makanan dan Minuman Topang Pertumbuhan Penjualan Eceran di Surabaya

Mus Purmadani • Jumat, 16 Januari 2026 | 20:28 WIB
ILUSTRASI: Salah satu pedagang eceran di pasar tradisional
ILUSTRASI: Salah satu pedagang eceran di pasar tradisional

RADAR SURABAYA BISNIS - Kinerja penjualan eceran di Kota Surabaya pada Desember 2025 diprakirakan tetap tumbuh positif, baik secara tahunan maupun bulanan.

Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 diprakirakan mencapai 500,4 atau tumbuh 17,0 persen (year on year/yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan meski pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan realisasi November 2025 yang tercatat sebesar 21,4 persen (yoy), secara umum aktivitas konsumsi masyarakat tetap terjaga.

Terutama pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

“Hasil Survei Penjualan Eceran menunjukkan kinerja penjualan eceran Kota Surabaya pada Desember 2025 diprakirakan tetap tumbuh positif. Hal ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada periode HBKN Natal dan Tahun Baru,” ujar Ibrahim, Jumat (16/1/2026).

Secara sektoral, pertumbuhan penjualan eceran Desember 2025 terutama ditopang oleh Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman dan Tembakau, serta Barang Budaya dan Rekreasi.

Selain itu, Barang Lainnya subkelompok Sandang juga diprakirakan mencatatkan peningkatan pertumbuhan.

Sementara itu, beberapa kelompok usaha diprakirakan mulai mengalami perbaikan meskipun masih berada dalam fase kontraksi, yakni Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya serta Peralatan Informasi dan Komunikasi.

Di sisi lain, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor diprakirakan masih mengalami kontraksi yang lebih dalam.

Dari sisi bulanan, penjualan eceran Desember 2025 diprakirakan tumbuh 0,9 persen (month to month/mtm), meskipun melambat dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar 1,3 persen (mtm).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh seluruh kelompok yang berada pada fase ekspansi, khususnya Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Suku Cadang dan Aksesori.

Adapun pada November 2025, realisasi penjualan eceran Surabaya tercatat meningkat signifikan. IPR November 2025 mencapai 496,1 atau tumbuh 21,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh 19,1 persen (yoy).

Capaian ini sejalan dengan kinerja penjualan eceran nasional yang juga meningkat, dengan IPR Nasional November 2025 tercatat sebesar 222,9 atau tumbuh 6,3 persen (yoy).

“Peningkatan kinerja penjualan eceran Surabaya pada November 2025 sejalan dengan tren nasional, yang menunjukkan daya beli masyarakat masih relatif kuat,” kata Ibrahim.

Ke depan, BI Jatim mencatat ekspektasi pelaku usaha penjualan eceran masih cukup optimistis.

Responden memprakirakan penjualan eceran akan meningkat pada Februari 2026, yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) sebesar 175,6, lebih tinggi dibandingkan Januari 2026.

Peningkatan ini dipengaruhi oleh momen HBKN Imlek. Namun demikian, pada Mei 2026, penjualan diprakirakan melambat dengan IEP sebesar 161,0, seiring berkurangnya hari operasional akibat cuti bersama HBKN Idul Adha dan Hari Raya Waisak.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Februari 2026 diprakirakan meningkat, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum yang naik menjadi 169,5.

Sementara pada Mei 2026, tekanan inflasi diprakirakan relatif stabil.
“Ekspektasi harga masih berada pada level yang relatif tinggi, seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada berbagai momentum hari besar keagamaan,” pungkas Ibrahim. (mus)

Editor : Nofilawati Anisa
#penjualan #survei penjualan eceran BI #desember 2025 #bank indonesia #ibrahim #surabaya #penjualan eceran #kantor perwakilan